Petenis Kazakhstan Elena Rybakina beraksi pada babak ketiga AS Terbuka melawan petenis Jepang Naomi Osaka di New York, Amerika Serikat, Senin (7/9/2926).(Dok. US Open)
ELENA Rybakina resmi mengukir sejarah baru bagi dunia olahraga Kazakhstan. Petenis berusia 27 tahun tersebut dipastikan akan menduduki peringkat satu dunia setelah berhasil menundukkan juara Olimpiade asal Tiongkok, Zheng Qinwen, pada babak perempat final AS Terbuka 2026 di New York, Kamis (10/9) WIB.
Meski sempat kehilangan set pertama, Rybakina menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan dan menang dengan skor 3-6, 6-1, 6-4. Pertandingan sengit yang berlangsung di USTA Billie Jean King National Tennis Center tersebut memakan waktu dua jam 14 menit.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Rybakina ke semifinal US Open untuk pertama kalinya, tetapi juga memastikan dirinya menyalip posisi Aryna Sabalenka di puncak peringkat WTA. "Saya bangga sekali mewakili Kazakhstan," ujar Rybakina sebagaimana dikutip dari laman resmi WTA.
Petenis Kazakhstan Pertama di Puncak Dunia
Rybakina tercatat sebagai petenis ke-30 yang menduduki peringkat satu dunia sejak sistem peringkat diperkenalkan pada 1975. Ia juga menjadi atlet Kazakhstan pertama, baik di sektor putra maupun putri, yang mampu mencapai posisi tertinggi dalam sejarah tenis profesional.
Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi luar biasa sejak akhir musim lalu. Rybakina memulai momentumnya dengan menjuarai turnamen di Ningbo pada Oktober 2025, sebelum menutup tahun dengan mengalahkan Sabalenka di final WTA Finals Riyadh.
Dominasi tersebut berlanjut pada awal 2026. Ia kembali menumbangkan Sabalenka dalam perjalanannya merengkuh gelar Grand Slam Australian Open, disusul dengan gelar juara di Stuttgart pada April lalu.
Statistik Impresif dan Perjuangan Melawan Cedera
Rangkaian hasil positif ini membuat selisih poin Rybakina dengan Sabalenka menyusut drastis. Pada akhir 2025, Sabalenka memimpin jauh dengan 9.870 poin, sementara Rybakina hanya mengoleksi 4.350 poin. Namun, dalam sembilan bulan, jarak tersebut terpangkas hingga hanya tersisa 414 poin sebelum turnamen di New York dimulai.
Dalam 52 pekan terakhir, Rybakina mencatatkan statistik yang mencengangkan:
- Memenangi 62 pertandingan level WTA (terbanyak di antara semua petenis).
- Mencapai enam final dan mengoleksi empat gelar juara.
- Mencatatkan 16 kemenangan atas pemain yang berada di peringkat Top 10.
Pencapaian ini terasa lebih spesial mengingat Rybakina sempat diragukan tampil di US Open akibat cedera pergelangan kaki kiri. Ia bahkan harus menjalani beberapa sesi latihan khusus untuk memastikan fisiknya siap bertanding. "Kami harus menguji kaki dan semuanya, jadi itu tidak mudah," ungkapnya.
Jalan Menuju Semifinal
Kekhawatiran akan cedera tersebut nyatanya tidak terlihat di lapangan. Dalam empat pertandingan awal, Rybakina tidak kehilangan satu set pun. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat ia menyingkirkan mantan petenis nomor satu dunia, Naomi Osaka, dengan skor 6-1, 6-4, di mana ia mencetak 29 winner dan tujuh ace.
Pada laga perempat final melawan Zheng, Rybakina sempat tertekan di set pembuka. Namun, ia bangkit dengan memenangi enam dari tujuh gim berikutnya untuk memaksakan set penentuan. Momen kunci terjadi di set ketiga saat Rybakina mendapatkan break krusial setelah Zheng melakukan double fault.
Di babak semifinal, Rybakina akan berhadapan dengan wakil tuan rumah, Coco Gauff. Sementara itu, di bagan lain, Aryna Sabalenka akan memperebutkan tiket final melawan Jessica Pegula.
Saat peringkat baru dirilis pada Senin (14/9) mendatang, Sabalenka akan mengakhiri catatan 99 pekan berturut-turut sebagai nomor satu dunia. Secara total, Sabalenka telah menghabiskan 107 pekan di posisi teratas sebelum akhirnya takhta tersebut direbut oleh Rybakina. (Ant/I-1)


















































