REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan stimulus diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan untuk pemudik yang menggunakan layanan mereka. Stimulus diskon itu diberikan untuk memudahkan masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya selama momen Lebaran 1447 H.
Direktur Keuangan ASDP, Bunga H Oktaviyanti, mengatakan kebijakan stimulus tarif tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan transportasi publik selama periode mudik Lebaran. Karena itu, pihaknya memberikan diskon untuk para pengguna jasa layanan penyeberangan.
“Stimulus ini ditujukan untuk membantu masyarakat agar perjalanan mudik menjadi lebih terjangkau sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode Lebaran. Bagi ASDP, yang terpenting adalah memastikan kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, serta kualitas layanan tetap terjaga,” kata dia di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan itu yang setara dengan sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan. Kebijakan itu diberlakukan di 7 lintasan dan 14 pelabuhan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.
Tak hanya itu, ASDP juga menerapkan kebijakan single tarif diberlakukan di Pelabuhan Merak mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Pihaknya juga akan menerapkan kebijakan serupa di Pelabuhan Bakauheni pada 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB bagi kendaraan golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan penyeberangan lebih tertata.
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry, Rio Lasse, mengatakan nantinya tidak akan diberlakukan tiket eksekutif selama kebijakan single tarif diberlakukan. Artinya, pengguna jasa tidak akan bisa memilih untuk menggunakan tiket eksekutif pada periode tersebut.
"Kita kan ada tujuh dermaga, jadi dua eksekutif, lima reguler, pada saat periode tersebut statusnya adalah semuanya reguler. Ya, semuanya akan reguler," kata dia.
Ia menyatakan, kebijakan itu diberlakukan agar tunggu kendaraan masuk ke kapal menjadi lebih singkat. Pihaknya juga telah menyiapkan tim untuk melakukan pengaturan di lapangan.
"Jadi nanti petugas lapangan yang akan mengarahkan. Jadi pada saat kapal itu sandar di dermaga mana yang memang sudah ready, maka kendaraan itu akan kita arahkan masuk," kata dia.
Penumpang Diprediksi Meningkat
ASDP memprediksi pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen pada momen Lebaran kali ini. Tak hanya itu, jumlah kendaraan yang akan menggunakan layanan ASDP juga diprediksi meningkat 9,3 persen atau menjadi 1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen di 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauan nasional.
Lintasan Jawa-Sumatra-Bali disebut akan menjadi jalur dengan mobilitas tertinggi selama periode Lebaran. Pada rute Jawa–Sumatra, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 1,56 juta orang atau naik 10,3 persen, dengan 371.653 kendaraan atau naik 9,9 persen. Sementara arus Sumatra-Jawa diperkirakan mencapai 1,51 juta penumpang atau naik 11,2 persen, dengan 353.901 kendaraan atau naik 10,5 persen.
Adapun lintasan Jawa–Bali diprediksi melayani 805.851 penumpang atau naik 10 persen, dengan 217.117 kendaraan atau naik 9,3 persen. Sementara arus Bali–Jawa diperkirakan mencapai 869.604 penumpang atau naik 9,5 persen, dengan 248.161 kendaraan atau naik 8,7 persen.

5 hours ago
5

















































