Ketua ASPARANOM (Aspirasi Ajengan Anom) Jawa Barat, KH. Aa Fuad Mukhlish atau Ceng Fuad.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Ketua ASPARANOM (Aspirasi Ajengan Anom) Jawa Barat, KH. Aa Fuad Mukhlish atau Ceng Fuad, menyampaikan pandangan terkait arah kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) ke depan. Ia menilai, sosok Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin layak memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 mendatang.
Menurut Ceng Fuad, NU membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjembatani tradisi keilmuan pesantren dengan dinamika kebangsaan yang semakin kompleks.
“Gus Imin memiliki pengalaman panjang dalam dunia organisasi dan politik kebangsaan, serta kedekatan historis dengan kultur Nahdliyin. Ini menjadi modal penting untuk menjaga relevansi NU di tingkat nasional maupun global,” ujar Ceng Fuad, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, rekam jejak Gus Imin dinilai cukup kuat, baik dalam ranah organisasi maupun politik. Selain itu, faktor historis juga menjadi pertimbangan penting. Gus Imin diketahui merupakan cucu dari salah satu pendiri NU, KH. Bisri Syansuri, yang dikenal sebagai ulama kharismatik dan tokoh penting dalam perjalanan organisasi.
“Melanjutkan estafet perjuangan para muassis bukan sekadar soal garis keturunan, tetapi bagaimana nilai-nilai itu dihidupkan kembali dalam konteks kekinian. Kami melihat Gus Imin memiliki kapasitas tersebut,” katanya.
Ceng Fuad mengajak seluruh elemen Nahdliyin untuk menyambut momentum Muktamar dengan semangat persatuan, musyawarah, serta mengedepankan kepentingan jam’iyyah di atas kepentingan kelompok.
Ia berharap, dinamika aspirasi menjelang Muktamar ke-35 NU dapat berjalan secara konstruktif, sehingga melahirkan kepemimpinan yang progresif, inklusif, serta tetap berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah.

4 hours ago
1
















































