Petenis AS Jessica Pegula(WTA)
PEREBUTAN gelar juara tunggal putri Washington Open 2026 terpaksa ditunda akibat cuaca buruk yang melanda ibu kota Amerika Serikat. Petenis unggulan pertama, Jessica Pegula, tengah memimpin atas wakil Filipina, Alexandra Eala, sebelum hujan deras dan badai petir memaksa panitia menghentikan pertandingan pada Senin (3/8) WIB.
Laga final ini sejatinya sudah mengalami kendala sejak awal dengan penundaan selama tiga jam sebelum akhirnya dimulai. Pegula berhasil mengamankan set pertama dengan keunggulan 6-4. Namun, saat memasuki set kedua, Eala sempat memberikan perlawanan dan memimpin 2-1 sebelum hujan kembali mengguyur lapangan.
Panitia turnamen sempat menunggu lebih dari lima jam dengan harapan kondisi cuaca membaik. Namun, karena lapangan tetap tidak memungkinkan untuk digunakan, pertandingan dijadwalkan berlanjut pada Selasa (4/8) WIB. Dampak cuaca buruk ini juga merembet ke partai final tunggal putra antara petenis AS Taylor Fritz melawan remaja Spanyol Rafael Jodar, yang baru akan dimainkan setelah final putri tuntas.
Dominasi Pegula dan Perlawanan Eala
Sebelum laga dihentikan, Jessica Pegula tampil lebih efektif di lapangan. Petenis peringkat tiga dunia itu mencatatkan 14 winner, berbanding jauh dengan empat milik Eala. Meski demikian, kedua pemain tercatat sama-sama melakukan 20 unforced error.
Pegula sempat mematahkan servis Eala pada gim kelima set pertama melalui pengembalian forehand tajam. Eala sempat membalas dengan melakukan break tanpa kehilangan poin untuk menyamakan skor menjadi 3-3. Namun, momentum kembali ke tangan Pegula setelah ia menyelamatkan dua break point pada posisi 4-4 dan menutup set pertama dalam durasi 40 menit.
Pertandingan baru berjalan total 53 menit ketika wasit memutuskan untuk mengevakuasi pemain dari lapangan akibat cuaca yang semakin memburuk.
Misi Gelar Ke-12 dan Sejarah Eala
Bagi Pegula, kemenangan di Washington akan menjadi gelar ke-12 sepanjang kariernya di level WTA, sekaligus trofi ketiga musim ini setelah sukses di Dubai dan Charleston. Ia juga berambisi mengulang memori manis saat menjuarai Washington Open pada 2019 silam.
Di sisi lain, Alexandra Eala tengah berupaya merengkuh gelar WTA pertamanya. Petenis kidal berusia 21 tahun itu tampil fenomenal sepanjang turnamen dengan menyingkirkan nama-nama besar seperti Naomi Osaka, Elina Svitolina, hingga juara bertahan Leylah Fernandez.
Apapun hasil di final nanti, Eala dipastikan akan mencetak sejarah pribadi dengan menembus peringkat 24 dunia, posisi tertinggi dalam karier profesionalnya sejauh ini. (AFP/Dhk/I-1)
| Winners | 14 | 4 |
| Unforced Errors | 20 | 20 |
| Skor Sementara | 6-4, 1-2 | 4-6, 2-1 |

















































