Ilustrasi(Dok Istimewa)
BAND rock Tanah Air, Wongalas, resmi meluncurkan album pertama mereka bertajuk Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat. Album ini lahir dari pengalaman hidup, perjalanan, hingga harapan masyarakat luas yang sering tidak tersampaikan.
Mengusung aliran rock yang jujur dan bertenaga, album ini berisi 13 lagu yang merekam kisah perjuangan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.
“Musik bagi kami bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk berbicara mewakili suara yang selama ini sering tidak didengar. Album ini milik siapa saja yang merasa berjuang, berbagi, dan saling menguatkan,” ungkap Yudith, Vokalis Wongalas di Dungeon Jakarta, Kamis (30/7), dikutip dari keterangan pers.
Terkait tema, album ini menggabungkan empat unsur yaitu kritik sosial, youth movement, cinta tanah air dan alam, serta cinta antar manusia.
Proses pembuatan musik untuk album ini juga terbilang menarik. Proses pembuatannya sangat natural karena dikerjakan di luar studio formal.
Album ini digarap oleh Yudith dan Opick di kawasan Puncak Bogor selama 12 hari pada 2018. Dari 400 lagu yang sudah dibuat oleh Yudith akhirnya dikurasi secara ketat hingga menjadi 13 lagu yang sekarang masuk di album tersebut.
Wongalas juga menggandeng pendiri organisasi GARDAINDO sekaligus pengusaha muda R. Heri Santoso sebagai Eksekutif Produser album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat.
Daya tarik Wongalas juga terletak pada deretan personelnya, yang terdiri dari empat musisi senior, yakni Yudith (vokal - eks Jacket Band), Opick (gitar - eks Bayou), Atenk (bass - eks Voodoo), dan Firdy (drum - eks Power Slaves). Mereka memiliki pengalaman panjang di atas panggung.
Kolaborasi empat musisi ini menyajikan energi rock orisinal dengan lirik tajam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berikut daftar 13 lagu dalam album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat:
1. Aw aw aw
2. Kebablasan
3. Salah
4. Siti Maemunah
5. Telat Puber
6. Biarkan Orang Bicara
7. Pasal 33
8. Adina
9. Seniman Gila
10. Pesta Wongalas
11. Terus Terang Saja (TTS)
12. Uang
13. Mentari di NKRI
(H-2)


















































