Bangunan SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat Rusak, Belajar Siswa tak Nyaman

4 days ago 3
Bangunan SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat Rusak, Belajar Siswa tak Nyaman Kondisi bangunan SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat yang rusak parah.(MI/DEPI)

KONDISI SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sorotan karena fasilitasnya memprihatinkan.

Dalam foto yang beredar di media sosial, sejumlah sarana sekolah seperti toilet, papan tulis, jendela kelas, hingga atap plafon mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan. Kondisi ini membuat aktivitas belajar siswa tidak nyaman.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana mengatakan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan bangunan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Ada 29 bangunan kelas yang telah diajukan untuk mendapatkan penanganan. Usulan tersebut telah disampaikan sejak 2025, namun hingga kini belum seluruhnya terealisasi.

"Untuk kerusakan 29 bangunan kelas ini sudah kita usulkan melalui Dapodik. Tahun 2025 sudah kami usulkan, tapi belum terealisasi," katanya, Rabu (19/8).

Menurut Agus, selama ini pihak sekolah tetap melakukan perawatan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, anggaran tersebut hanya dapat digunakan untuk kerusakan ringan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. 

"Kami harus menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan, hanya bisa dipakai untuk perbaikan skala kecil seperti tembok tempat duduk dan kunci rusak. Hanya itu yang bisa kami fasilitasi dari anggaran BOS," tuturnya.

Ia membantah anggapan bahwa pihak sekolah baru bergerak setelah kondisi sekolah menjadi viral di media sosial. Perawatan sekolah sebetulnya telah direncanakan sebelum kondisi fasilitas SMPN 2 Ngamprah viral di media sosial.

"Jadi saya enggak menunggu viral, kemarin juga sudah kita programkan untuk perawatan," tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Edy Syafrudin menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya telah melakukan pemeliharaan sejumlah fasilitas menggunakan dana BOS.

Dana BOS dapat digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan ringan. Namun, anggaran tersebut tidak diperuntukkan bagi kerusakan dengan kategori berat.

"Memang sudah ada pemeliharaan menggunakan dana BOS, di antaranya dinding, tembok tempat duduk siswa, penggantian kabel listrik, serta beberapa fasilitas lainnya. Dana BOS tidak bisa dipakai untuk kerusakan berat," ungkapnya. 

Edy pun meminta pihak sekolah segera menindaklanjuti sejumlah fasilitas yang masih mengalami kerusakan ringan. Salah satunya bagian tembok atau benteng sekolah dari dana BOS.

Sementara untuk kerusakan berat, Dinas Pendidikan memastikan akan melakukan rehabilitasi secara bertahap. Pada tahun ini sebanyak tiga ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah akan direhabilitasi.

"Tahun ini kita akan melaksanakan rehabilitasi tiga ruang kelas. Kemudian tahun berikutnya, kita juga akan melaksanakan rehabilitasi di sekolah tersebut," jelasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |