Banjir Rendam Dua Jorong di Agam akibat Luapan Sungai Batang Kumayo

2 days ago 5
Banjir Rendam Dua Jorong di Agam akibat Luapan Sungai Batang Kumayo Ilustrasi.(Magnific)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatra Barat, melaporkan dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, terendam banjir pada Senin (3/8/2026) siang. Bencana ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan air sungai di wilayah tersebut meluap.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengonfirmasi bahwa wilayah yang terdampak ialah Jorong Kubu dan Jorong Nagari. Laporan tersebut diterima BPBD berdasarkan koordinasi dengan pemerintah nagari setempat.

"Jorong Kubu dan Jorong Nagari direndam banjir. Di Jorong Kubu, air menggenangi jalan dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter akibat luapan Sungai Batang Kumayo," ujar Rahmat di Lubuk Basung, Senin.

Sementara itu, di Jorong Nagari, debit air di Sungai Batang Rangeh dilaporkan mengalami kenaikan. Meski demikian, kondisi di wilayah tersebut terpantau masih dalam batas aman.

Waspada Banjir Susulan

Hingga saat ini, BPBD belum menerima data pasti mengenai jumlah rumah yang terdampak maupun warga yang mengungsi. Namun, Pemerintah Nagari Sungai Batang mengeluarkan imbauan agar warga tetap waspada dan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika kondisi memburuk.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Agam menyiagakan satuan tugas (satgas) untuk terjun langsung ke lokasi bencana. "Kami menyiapkan personel untuk membantu warga yang terdampak banjir tersebut," tambah Rahmat.

Normalisasi Sungai oleh BWS V Padang

Rahmat menjelaskan bahwa banjir ini merupakan dampak susulan akibat pendangkalan Sungai Batang Kumayo dan Sungai Batang Rangeh. Kedua sungai tersebut sebelumnya tertimbun material banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2026.

Kondisi sungai yang dangkal membuat wilayah tersebut rentan terendam banjir setiap kali curah hujan tinggi. Saat ini, Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang tengah melakukan upaya normalisasi di Sungai Batang Kumayo.

"Alat berat milik BWS sudah dikerahkan untuk membersihkan material yang menimbun badan sungai guna meminimalisasi risiko banjir di masa mendatang," pungkasnya. (Ant/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |