Batal Lancarkan Serangan Besar, Donald Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Dimulai Senin

4 hours ago 3
Batal Lancarkan Serangan Besar, Donald Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Dimulai Senin Donald Trump menunda serangan besar ke Iran dan memilih jalur negosiasi. Simak alasan di balik keputusan AS serta poin pembahasan terbarunya di sini.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan proses negosiasi dengan Iran akan dimulai pada hari Senin. Keputusan ini diambil setelah dirinya memilih untuk menunda serangan baru terhadap Republik Islam tersebut guna mengupayakan kesepakatan damai.

"Jelas, mereka tidak ingin diserang. Mereka tahu besarnya serangan itu karena mereka melihatnya sedang dipersiapkan," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada hari Minggu.

"Sekarang apa yang kami lakukan adalah berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Hal itu dimulai besok sore," tambahnya tanpa merinci lebih lanjut mengenai lokasi maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Trump menarik kembali ancaman serangan berskala besar terhadap Iran. Ia menyebut serangan tersebut awalnya disiapkan menjadi yang terbesar sejak Perang Dunia II, namun ia menilai kerangka kesepakatan damai kini telah terlihat.

Trump menjelaskan penundaan serangan ini dilakukan atas permintaan dari pihak Iran serta negara-negara mitra AS, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

"Ketika para sekutu meminta untuk membatalkannya, Anda harus katakan 'Mari kita lihat.' Dan alasan mereka meminta hal itu adalah karena mereka pikir ada kesepakatan yang bisa dicapai," tutur Trump.

"Ada kesepakatan terkait Selat Hormuz, dan kemudian akan ada kesepakatan mengenai nuklir, atau yang bisa Anda sebut sebagai denuklirisasi Iran."

Ia menegaskan kembali betapa dahsyatnya dampak dari rencana serangan yang dibatalkan tersebut.

"Akan butuh waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali jika memang bisa, saya rasa itu bahkan tidak akan bisa dibangun kembali," tegas Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, mendesaknya untuk membatalkan serangan karena khawatir akan dampak yang tak terduga.

"Maksud saya, apakah mereka akan dibanjiri oleh orang-orang yang berdatangan ke negara mereka dan menghadapi bencana? Banyak hal buruk yang bisa terjadi," kata Trump.

Konflik bersenjata ini dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran, meski diplomasi yang berlangsung pasang-surut sempat menghadirkan periode tenang sementara.

Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital pasokan energi global, mengalami kegagalan. Sejak saat itu, Iran memperketat kendalinya atas jalur perairan penting tersebut seiring kembali meningkatnya aksi saling serang antarkedua negara dalam beberapa pekan terakhir. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |