Baznas bersama Kemnaker memberikan bantuan pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas.(Dok.HO)
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan bantuan pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, menegaskan komitmen Baznas untuk terus berpihak kepada penyandang disabilitas agar dapat memperoleh hak dan kesempatan yang setara, termasuk dalam mengakses pelatihan serta kesempatan kerja yang layak.
Menurut dia, keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, rendahnya tingkat penerimaan di dunia kerja, serta minimnya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas menjadi faktor utama yang memperlemah partisipasi angkatan kerja disabilitas.
"Inilah yang Baznas dan Kemnaker upayakan bersama, membuka akses pelatihan, pendampingan, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Kami meminta MoU antara Baznas dengan Kementerian Ketenagakerjaan diratifikasi. Kami meminta Baznas di seluruh Indonesia baik kota, kabupaten maupun provinsi agar bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk mengalokasikan programnya bagi kaum difabel atau penyandang disabilitas," kata Mokhamad Mahdum di Boyolali, Jumat (31/7).
Mokhamad Mahdum menilai, program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif dan nondiskriminatif. Ia juga meminta seluruh Baznas dan lembaga amil zakat (LAZ) juga mempekerjakan kaum difabel di kantor masing-masing. Ada 34 Baznas provinsi di seluruh Indonesia, 514 Baznas kota dan kabupaten dan 204 LAZ yang menegaskan komitmen ke arah tersebut.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai kolaborasi dengan Baznas RI memperkuat upaya pemerintah dalam memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang dapat mengembangkan keterampilan dan terserap di dunia kerja.
"Ini adalah inisiatif yang luar biasa, ada 1 amanat konstitusi ingin dan harus kita perjuangkan itu adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Atas dasar itulah kami hadir di sini," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan baru saja dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan anggaran tambahan pelatihan untuk 270.000 orang.
"Pelatihannya gratis, silakan nanti Pak Bupati, Pak Kadis Provinsi juga Kadis Boyolali bisa memanfaatkan ini. Total anggaran kami punya 1,7 triliun untuk dibagi-bagi pelatihan ke seluruh Indonesia. Dengan adanya modalitas pelatihan seperti ini, saya yakin ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dan ini adalah upaya kita untuk kemudian memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang," ungkapnya. (M-3)


















































