Belum Mereda, 15 Ribu Personel BNPB Masih Berjibaku Padamkan Karhutla Kalbar

1 week ago 6
Belum Mereda, 15 Ribu Personel BNPB Masih Berjibaku Padamkan Karhutla Kalbar Upaya pemadaman karhutla Kalbar.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan kekuatan besar sebanyak 15.091 personel satuan tugas gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Selain personel darat, BNPB juga telah menyiramkan 520.000 liter air melalui operasi udara guna meredam titik api karhutla Kalbar yang kian meluas.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa langkah masif ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Fokus utama operasi ini adalah pembasahan lahan gambut dan perlindungan warga dari ancaman kabut asap yang kian memburuk.

"Kami sudah memiliki posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan setiap hari berkoordinasi dengan BMKG. Sejalan dengan arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden, sekecil apa pun ada peluang pertumbuhan awan, maka laksanakan OMC untuk membasahi lahan agar api tidak meluas," ujar Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9).

Dampak Kesehatan dan Pendidikan

Intervensi besar-besaran ini dilakukan menyusul memburuknya kualitas udara di Kalimantan Barat. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut telah mencapai level Berbahaya. Kondisi ini memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 1.337 kasus dan memaksa otoritas setempat memperpanjang masa belajar dari rumah bagi siswa sekolah.

Di jalur darat, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat telah berhasil memadamkan 155,96 hektare lahan. Total area terbakar di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, dan Singkawang tercatat mencapai 691,74 hektare. Petugas di lapangan mengandalkan mesin pompa darurat dan teknik pembasahan gambut dalam untuk memutus penjalaran api bawah tanah.

Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca

Untuk mendukung pemadaman dari langit, BNPB mengerahkan sembilan helikopter water bombing yang telah melakukan 84 kali penyiraman, khususnya di kawasan Ketapang. Operasi ini ditopang oleh tiga unit pesawat OMC yang menyemai bahan garam (Natrium Klorida/NaCl) di tujuh kabupaten untuk memicu hujan buatan.

Sebelumnya, saat meninjau Posko Penanganan Darurat Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis pagi, Wapres Gibran Rakabuming Raka memberikan instruksi strategis agar BNPB memberikan atensi penuh pada kelompok rentan.

"Kami meminta Bapak Kepala BNPB agar memberikan atensi penuh penanganan darurat karhutla, khususnya kelompok rentan yang terdampak asap," tegas Wapres.

Wapres juga menekankan agar kawasan di sekitar lingkungan sekolah menjadi prioritas utama pemadaman. Terkait rencana pembukaan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, Wapres mengimbau pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk berkoordinasi matang dengan orang tua murid guna memastikan aspek keselamatan kesehatan tetap terjaga.

Catatan Operasi Karhutla Kalbar:

  • Total Personel: 15.091 orang
  • Luas Lahan Terbakar: 691,74 Hektare
  • Lahan Berhasil Dipadamkan: 155,96 Hektare
  • Dukungan Udara: 9 Helikopter Water Bombing & 3 Pesawat OMC
  • Kasus ISPA: 1.337 orang

Suharyanto memastikan pihaknya akan terus memobilisasi logistik, melengkapi alat pengaman diri (APD) bagi petugas lapangan, serta memperketat sinergi lintas instansi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah terdampak. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |