REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG — Badan Gizi Nasional (BGN) mempersilakan masyarakat memanfaatkan layanan pengaduan program Makan Bergizi Gratis (MBG) call center 127 jika masyarakat menemukan atau mengetahui masalah terkait program tersebut.
"Permasalahan dalam menu makanan MBG dan lainnya bisa dicarikan solusi secara bersama-sama dengan mengadu ke kanal yang tepat, selain call center 127, juga bisa melalui website BGN," kata Tenaga Layanan Ops Deputi Bidang Promosi dan Kerja sama BGN Rahma Dewi Auliyasari, di Palembang, Sumsel.
Seusai melakukan kegiatan sosialisasi bersama Anggota Komisi IX DPR RI di wilayah Sumatera Selatan, Rahma mengatakan, sudah seharusnya masyarakat memanfaatkan layanan pengaduan yang dibuka BGN secara resmi itu.
"Jangan ragu untuk menyampaikan pengaduan di saluran resmi itu, setiap permasalahan menu makanan MBG dan lainnya akan ditindaklanjuti oleh pejabat berwenang," ujarnya.
Dia menjelaskan, MBG adalah salah satu program prioritas pemerintah yang perlu disukseskan bersama, karena tujuannya mulia yakni membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Selain itu, melalui MBG pemerintah juga berupaya menekan angka kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis (stunting).
Program MBG bukan sekadar pemenuhan makan bergizi, tetapi juga dirancang untuk dapat menciptakan lapangan kerja yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat lokal, jelas Rahma.
Sementara, Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana ketika melakukan sosialisasi program MBG di Pendopoan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan pada pekan kedua Maret 2026 menjelaskan pihaknya bersama BGN berupaya mengedukasi masyarakat serta memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program tersebut hingga tingkat daerah.
Upaya tersebut untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan semua pihak melakukan kontrol, agar program itu bisa berjalan lebih baik dan berkesinambungan.
“MBG diharapkan mampu menjadi kebiasaan baik, khususnya bagi anak-anak, harapannya mereka akan mendapatkan makanan bergizi di sekolah yang sesuai dengan nilai gizi di usianya yang kemudian dapat terbawa hingga ke rumah,” ujar Sri Meliyana.
sumber : Antara

2 hours ago
2
















































