Ilustrasi(Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Kalimantan Selatan. Peringatan tersebut berlaku mulai Senin, 3 Agustus.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG, Utari Randiana, menjelaskan bahwa gelombang tertinggi diperkirakan terjadi di perairan Tanah Laut dan Kotabaru dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran sehingga pengguna transportasi laut diminta lebih berhati-hati.
“Bagi para nelayan, operator kapal tongkang, operator dan penumpang kapal feri, serta kapal berukuran besar agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut karena gelombang berpotensi mempengaruhi keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi gelombang di wilayah perairan Banjarmasin dan Tanah Bumbu diprakirakan lebih rendah, yakni berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran sembilan hingga 14 knot, sedangkan arus laut mencapai sekitar satu knot.
Utari menambahkan, cuaca di wilayah perairan Kalimantan Selatan secara umum diprediksi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masyarakat diimbau terus mengikuti pembaruan informasi cuaca karena kondisi di laut dapat berubah dalam waktu singkat.
Selain prakiraan untuk wilayah perairan, BMKG juga memprediksi cuaca di sebagian besar daerah Kalimantan Selatan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif antara 46 hingga 98 persen dan kecepatan angin mencapai 15 kilometer per jam.
Di sisi lain, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di Kota Banjarbaru. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Landasan Ulin, Liang Anggang, dan kawasan sekitarnya.
Kondisi cuaca tersebut diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, antara lain Kertak Hanyar, Gambut, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, Martapura Barat, Tatah Makmur, dan daerah sekitarnya hingga sekitar pukul 17.00 Wita.
BMKG mengimbau para nelayan, pelaku usaha wisata bahari, operator kapal, serta masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca dan peringatan dini sebelum berlayar. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko akibat gelombang tinggi maupun perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Ant/E-4)

















































