BMKG: Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa di Agustus 2026, Pangandaran Paling Besar

2 weeks ago 15
 Jawa Barat Diguncang 195 Kali Gempa di Agustus 2026, Pangandaran Paling Besar Sebuah rumah mengalami kerusakan parah usai dihantam gempa bumi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung melaporkan aktivitas seismik yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat (Jabar) sepanjang bulan Agustus 2026. Tercatat, sebanyak 195 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah tersebut dan sekitarnya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Suaidi Ahadi, merinci bahwa dari total 195 kejadian tersebut, kekuatan gempa bervariasi. "Guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,3 magnitudo dan yang terkecil 1,0 magnitudo," ujar Suaidi di Bandung, Selasa (1/9).

Analisis Kedalaman dan Lokasi Pusat Gempa Jabar

Berdasarkan data statistik BMKG, mayoritas gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal. Sebanyak 176 kejadian memiliki kedalaman pusat gempa kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, 19 kejadian lainnya tercatat berada pada kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer.

Dari sisi letak hiposenter atau pusat gempa, BMKG mencatat persebaran sebagai berikut:

  • Pusat Gempa di Darat: 110 kejadian.
  • Pusat Gempa di Laut: 85 kejadian.

Meskipun terjadi ratusan kali, tidak semua gempa Jabar tersebut dirasakan oleh masyarakat. Suaidi menyebutkan hanya terdapat 18 kali kejadian gempa bumi yang getarannya dirasakan sepanjang periode Agustus.

Gempa Jabar Signifikan di Pangandaran

Salah satu aktivitas seismik yang paling menonjol terjadi pada Rabu, 5 Agustus 2026. Gempa berkekuatan 5,3 magnitudo tersebut berpusat di Kabupaten Pangandaran. Dampak guncangannya dilaporkan terasa cukup luas, meliputi wilayah Kabupaten Garut, Ciamis, hingga Tasikmalaya.

Rekomendasi BMKG untuk Masyarakat:

  • Hindari bangunan yang sudah menunjukkan retakan atau kerusakan akibat gempa.
  • Tetap tenang dan waspada jika terjadi guncangan susulan.
  • Ikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
  • Pastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG untuk menghindari isu yang tidak bertanggung jawab.

Suaidi kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya (hoaks) terkait aktivitas gempa bumi di Jawa Barat. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |