Informasi kemarau Jateng.(Dok. BMKG)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, khususnya Kabupaten Cilacap dan sekitarnya, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026. Kondisi ini dipicu oleh pengaruh fenomena El Nino yang masih berlangsung dengan intensitas kuat.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa meskipun memasuki awal September cuaca mulai bervariasi dengan munculnya awan dan hujan lokal, status musim belum berubah.
“Hujan dengan intensitas sangat ringan tercatat pada 7 dan 8 September, namun sifatnya masih lokal dan sporadis,” ujar Teguh di Cilacap, Rabu (9/9/2026).
Curah Hujan Masih di Bawah Normal
Data BMKG menunjukkan curah hujan pada 7 September tercatat di Nusawungu (1 mm), Binangun (2 mm), Maos (2 mm), dan Jeruklegi (1 mm). Sementara pada 8 September, hujan terjadi di Kroya (1 mm), Nusawungu (1 mm), dan Dayeuhluhur (3 mm). Wilayah lainnya dilaporkan belum mengalami hujan sama sekali.
Teguh menegaskan hujan tersebut belum memenuhi kriteria awal musim hujan. Sesuai standar meteorologi, awal musim hujan ditetapkan jika curah hujan mencapai lebih dari 50 mm dalam satu dasarian dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya dengan kondisi serupa.
“Berdasarkan data normal periode 1991-2020, curah hujan dasarian pertama September seharusnya mencapai 36 mm. Namun, hingga 9 September 2026, tercatat masih 0 mm di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung,” katanya.
Dampak El Nino Sangat Kuat
Perpanjangan masa kemarau ini berkaitan erat dengan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation). Rata-rata tiga bulanan periode Juni-Juli-Agustus (JJA) tercatat berada pada angka 2,2, yang mengindikasikan fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Kondisi ini menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering dari biasanya. Sejak Juni 2026, curah hujan di wilayah tersebut sangat minim, memicu hari tanpa hujan (HTH) dalam periode yang panjang.
Status Kekeringan di Cilacap (Hingga 31 Agustus 2026):
- Cilacap Tengah & Timur: Kategori Kekeringan Ekstrem (>60 hari tanpa hujan).
- Cilacap Selatan: Kategori Kekeringan Sangat Panjang (31-60 hari tanpa hujan).
- Cilacap Barat: Kategori 6-20 hari tanpa hujan.
Prakiraan Awal Musim Hujan
Untuk bulan September 2026, BMKG memprakirakan curah hujan di Cilacap secara umum berkisar antara 0-20 mm per bulan, sementara wilayah selatan berkisar 21-50 mm per bulan. Sifat curah hujan diprakirakan tetap berada di bawah normal.
Teguh menambahkan, secara normal awal musim hujan di Cilacap seharusnya berlangsung pada dasarian ketiga September. Namun, akibat El Nino, awal musim hujan berpotensi mundur hingga Oktober 2026. Pihaknya kini masih menunggu rilis resmi terkait awal musim hujan dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah di Semarang. (Ant/H-3)


















































