BNPB Keluarkan Peringatan Dini Karhutla, Api Tiba-Tiba Muncul di Pinrang

3 days ago 23
BNPB Keluarkan Peringatan Dini Karhutla, Api Tiba-Tiba Muncul di Pinrang Proses pemadaman karhutla.(Dok BNPB)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peta waspada di tengah puncak musim kemarau. Dalam laporan 24 jam terakhir (Sabtu-Minggu), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih mendominasi laporan bencana dari berbagai daerah. 

Insiden terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, di mana api menyulut lahan seluas 5 hektare hanya dalam hitungan jam, dipicu oleh suhu ekstrem yang membakar ranting kering di area perbukitan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa kondisi ini adalah alarm bagi seluruh pemerintah daerah.

"Suhu panas yang ekstrem saat ini mengubah vegetasi kering menjadi 'bahan bakar' alami. Kejadian di Pinrang ini bukan sekadar kebakaran biasa, ini adalah dampak nyata dari puncak kemarau yang harus diantisipasi dengan kesiapsiagaan ekstra," ujarnya, Minggu (2/8).

Siaga Karhutla

Peristiwa karhutla di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, terjadi pada Sabtu (1/8) malam. Kondisi geografis perbukitan berbatu dengan akumulasi serasah daun kering memicu percikan api secara tiba-tiba, dengan cepat menjalar dan mengancam area hutan setempat.

Beruntung, respons cepat dilakukan. BPBD Kabupaten Pinrang bersama TNI, Polri, dan warga bergerak cepat menerapkan metode fire breaking atau pembuatan sekat bakar, sebuah taktik isolasi vegetasi untuk memutus jalur api.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran turut dikerahkan untuk menjinakkan bara yang masih tersisa.

"Kami mengapresiasi langkah sigap jajaran di lapangan. Namun, ini harus menjadi pelajaran bahwa kewaspadaan kolektif adalah kunci," tegas Abdul Muhari.

Darurat Air Bersih

Selain karhutla, BNPB memberikan perhatian khusus pada bencana kekeringan yang mulai melanda sejumlah titik di Indonesia. Abdul Muhari meminta para Bupati dan Walikota untuk tidak menunggu hingga keran kering sebelum bertindak.

"Jangan tunggu laporan darurat. Segera petakan wilayah rawan krisis air dan optimalkan distribusi tangki air bersih. Edukasi ke masyarakat tentang penggunaan air bijak sangat penting saat ini," imbaunya.

Pemerintah daerah juga didorong untuk proaktif melakukan pemantauan lapangan. BNPB mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampai kesulitan parah sebelum melapor.

"Laporkan ke pemerintah desa atau BPBD sedini mungkin. Semakin cepat laporan, semakin cepat bantuan tiba," tambahnya.

Imbauan untuk Warga

Dalam kesempatan yang sama, BNPB mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar sama sekali tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan.

"Cuaca saat ini sangat mendukung api. Perbuatan kecil bisa berakibat bencana besar. Jika melihat kepulan asap atau titik api, segera laporkan. Jangan coba padamkan sendiri jika api sudah besar, serahkan pada petugas," tukas Muhari.

BNPB memastikan akan terus memonitor perkembangan di Sulawesi Selatan dan daerah lainnya, seraya mengingatkan bahwa musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan. (LN/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |