Jetstar akan mengenakan biaya kepada penumpang untuk penggunaan tempat penyimpanan bagasi di atas kepala mulai Februari 2027.(AFP/William West)
MASKAPAI berbiaya rendah Jetstar akan mengenakan biaya tambahan bagi penumpang yang ingin menyimpan tas kabin di kompartemen atas pesawat mulai 2 Februari 2027. Kebijakan baru ini diterapkan sebagai bagian dari perubahan aturan bagasi kabin yang diklaim dapat mempercepat proses naik pesawat (boarding) dan mengurangi keterlambatan penerbangan.
Dalam kebijakan tersebut, penumpang tetap dapat membawa satu tas kecil yang muat di bawah kursi, seperti ransel, tas tangan, atau tas laptop, tanpa dikenai biaya tambahan. Namun, penumpang yang membawa tas lebih besar untuk ditempatkan di kompartemen atas harus membayar biaya antara A$25 hingga A$52 per penerbangan, bergantung pada rute.
Berdasarkan kurs saat ini, tarif tersebut setara sekitar Rp265.000 hingga Rp551.000 (dengan asumsi 1 dollar Australia = Rp10.600).
Penumpang yang membutuhkan bagasi kabin tambahan dapat membeli layanan Priority Carry-on, yang mencakup hak membawa tas lebih besar ke kompartemen atas, akses naik pesawat lebih awal, serta penghapusan batas berat bagasi kabin sebelumnya yang sebesar 7 kilogram.
Jetstar menyatakan perubahan kebijakan dilakukan setelah melakukan riset terhadap pelanggan dan awak kabin. Hasilnya menunjukkan pemeriksaan berat bagasi di gerbang keberangkatan serta persaingan mendapatkan ruang di kompartemen atas menjadi salah satu penyebab utama stres penumpang di bandara.
"Kami memberikan pilihan kepada pelanggan untuk membawa tas di bawah kursi dengan opsi menambahkan Priority Carry-on. Dengan cara ini, kami dapat memanfaatkan ruang kompartemen atas secara lebih efisien, mempercepat proses naik pesawat, dan membantu lebih banyak penerbangan berangkat tepat waktu," ujar Chief Executive Officer (CEO) Jetstar Stephanie Tully dalam keterangannya, Rabu (5/8).
Ia menambahkan, "Anda hanya membayar sesuai kebutuhan. Bepergian dengan barang lebih sedikit berarti membayar lebih murah, dan Anda selalu dapat menambah layanan jika diperlukan."
Di sisi lain, kebijakan tersebut menuai perhatian karena biaya tambahan untuk bagasi, pemilihan kursi, dan layanan prioritas menjadi salah satu sumber pendapatan utama maskapai berbiaya rendah. Sejumlah kelompok konsumen menilai tarif dasar yang ditawarkan maskapai belum mencerminkan biaya perjalanan secara keseluruhan.
Juru bicara Menteri Transportasi Federal Australia Catherine King meminta maskapai menyampaikan seluruh biaya tambahan secara transparan saat pembelian tiket agar penumpang tidak menghadapi biaya tak terduga di bandara.
"Jetstar mengklaim perubahan ini bertujuan menjaga tarif tetap terjangkau. Mereka harus membuktikan hal tersebut kepada para penumpang," kata King.
Kebijakan baru ini berlaku untuk seluruh penerbangan Jetstar Airways mulai 2 Februari 2027. Penumpang yang telah memiliki tiket untuk jadwal setelah tanggal tersebut akan memperoleh peningkatan layanan Priority Carry-on tanpa biaya tambahan. Adapun perubahan ini tidak berlaku bagi penerbangan yang dioperasikan oleh Jetstar Japan. (CNA/B-3)

















































