Cegah Stunting, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Menu Seimbang dari Rumah

3 weeks ago 32
Cegah Stunting, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Menu Seimbang dari Rumah Pemenuhan gizi seimbang cegah stunting.(Dok. Halodoc)

AHLI Gizi dari Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Een Resita, menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang untuk menekan angka stunting pada anak harus dimulai dari lingkungan rumah. Langkah ini dapat dilakukan melalui pemilihan bahan makanan yang tepat serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin oleh orang tua.

Menurut Een, pemenuhan gizi keluarga tidak selalu memerlukan biaya mahal. Bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti nasi, telur, dan sayuran, memiliki kandungan nutrisi besar yang cukup untuk mendukung pertumbuhan anak jika diolah dengan cara yang benar.

"Banyak menu lokal yang mudah didapat orang tua bagi anak dan memiliki nutrisi besar seperti nasi, telur, dan sayuran," ujar Een dilansir dari Antara, Senin (31/8).

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam melakukan kontrol berkala. Pemantauan terhadap berat badan, tinggi badan, dan kondisi fisik anak sangat krusial agar setiap masalah pertumbuhan dapat segera dideteksi dan ditindaklanjuti melalui intervensi medis yang diperlukan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggaraeni, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang terus mengoptimalkan penguatan ketahanan keluarga. Program ini mencakup pendampingan keluarga, penguatan posyandu, hingga intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya masif ini membuahkan hasil positif bagi wilayah tersebut. Berdasarkan data hingga Mei 2026, prevalensi stunting di Kota Tangerang berhasil ditekan hingga menyentuh angka 5,3%.

Dinkes Kota Tangerang juga menggerakkan kader posyandu untuk melakukan deteksi dini melalui kunjungan langsung ke rumah warga. Langkah proaktif ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan secara optimal kepada masyarakat luas.

"Fokus kesehatan saat ini telah bergeser, yakni mencegah lebih baik daripada mengobati. Melalui penguatan kompetensi ini, kader diharapkan bisa mendeteksi dini sekaligus mengedukasi warga secara optimal," pungkas Dini. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |