Cuaca Batam  Hari Ini Makin Kering, BMKG Ingatkan Bahaya Kebakaran Lahan

3 days ago 2
Cuaca Batam  Hari Ini Makin Kering, BMKG Ingatkan Bahaya Kebakaran Lahan Petugas memantau lahan yang terbakar di tengah kondisi cuaca kering di Batam.(MI/Hendri Kremer)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat di Kepulauan Riau, khususnya Batam, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut disampaikan akibat kondisi cuaca Batam yang mulai kering dengan curah hujan yang semakin berkurang.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan kondisi lingkungan yang semakin kering dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila terdapat sumber api. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.

"Mari kita sama-sama menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah atau semak sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar," katanya, Kamis (13/8).

BMKG juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran terbuka untuk membersihkan lahan. Vegetasi yang lebih kering berpotensi membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kebakaran.

Selain ancaman karhutla, kondisi cuaca kering juga perlu diantisipasi dari sisi kesehatan. Masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari dan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

Warga juga diimbau menggunakan air secara bijak mengingat curah hujan mulai berkurang. Penggunaan air seperlunya dinilai penting untuk menjaga ketersediaan cadangan air selama periode kering.

Secara nasional, BMKG menyebut kondisi kering masih berlanjut pada periode 11–17 Agustus 2026. Fenomena El Niño yang kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang cenderung positif turut berkontribusi terhadap berkurangnya suplai hujan. BMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sehingga risiko kekeringan dan karhutla perlu diwaspadai.

Sementara itu, pemantauan BMKG di Bandara Hang Nadim pada Kamis (13/8/2026) pukul 14.30 WIB menunjukkan kondisi Batam berawan dengan suhu 32 derajat Celsius, jarak pandang sedikitnya 10 kilometer, dan angin dari tenggara dengan kecepatan 14,8 kilometer per jam. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |