Penjaga Pantai Filipina terus berjuang memadamkan api dan mencari puluhan korban hilang di tengah cuaca buruk serta arus deras yang menyeret bangkai kapal.(Philippine Coast Guard)
PIHAK Penjaga Pantai Filipina (PCG) terus berupaya memadamkan kobaran api yang melalap sebuah kapal ferry sekaligus menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian. Namun, cuaca buruk dan kondisi laut yang ekstrem menjadi kendala utama dalam operasi pencarian dan penyelamatan para korban.
Juru bicara penjaga pantai mengungkapkan bahwa kondisi alam di lokasi kejadian sangat tidak bersahabat sejak malam hari, sehingga menyulitkan personil di lapangan.
"Cuaca [semalam] buruk, dan gelombang di area tersebut sangat kuat," ujar juru bicara Penjaga Pantai Filipina.
Kuatnya arus laut menyebabkan posisi bangkai kapal bergeser cukup jauh dari titik awal pengiriman sinyal darurat. Kapal yang semula berada di posisi empat mil laut di lepas pantai Barangay Turda kini telah terseret hingga mencapai jarak 7,68 mil laut.
"Laporan dari kapal kami menunjukkan adanya arus deras di area tersebut. Kapal telah terbawa lebih jauh oleh arus. Inilah tantangan-tantangan yang dihadapi oleh personel kami di area pencarian," tambah juru bicara tersebut.
Menghadapi situasi yang sulit ini, pihak penjaga pantai menerapkan pendekatan menyeluruh (whole-of-government approach) dalam menggelar operasi SAR. Penanganan krisis ini juga melibatkan partisipasi aktif dan bantuan dari komunitas nelayan sukarelawan di sekitar wilayah perairan tersebut.
Penjaga pantai menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan pencarian mengingat setiap detik sangat berharga bagi keselamatan para korban yang belum ditemukan.
"Kami bekerja tanpa kenal lelah dalam operasi ini hari ini karena kami percaya bahwa, dalam situasi seperti ini, waktu sungguh sangat berharga," tegas sang juru bicara.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, pihak Penjaga Pantai Filipina turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang terdampak musibah ini.
"Atas nama Penjaga Pantai Filipina, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang hilang, dan kami sangat memahami kecemasan yang dirasakan oleh keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya," ungkap juru bicara PCG.
Guna memastikan kepastian jumlah penumpang dan mempercepat proses pendataan, PCG mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke pihak berwenang.
"Kami mengimbau kepada keluarga yang masih kehilangan kerabatnya untuk melaporkan hal tersebut agar kami dapat memastikan pendataan yang akurat mengenai semua orang yang terlibat," pungkas pihak PCG. (BBC/Z-2)


















































