Petugas gabungan lakukan pemadaman Karhutla di Kecamatan Teluk Bayur, Berau(Dok. Humas Polres Berau)
PERISTIWA Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) terus terjadi, hal ini dipicu oleh cuaca ekstrem El Nino dengan suhu udara mencapai hingga 38 derajat Celcius. Kondisi serba kering membuat titik api cepat menyebar dan sulit dipadamkan secara total meski petugas terus berjibaku di lapangan.
Demikian diungkapkan, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Berau, Selasa (18/8) kemarin saat meninjau lokasi kebakaran lahan di KM 9 Jalan Poros Labanan, Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama Forkopimda bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah taktis penanganan bencana karhutla yang melanda beberapa wilayah di Berau
“Suhu yang sangat tinggi akibat El Nino ini sangat rentan memicu kebakaran. Kami pertegas dan mengimbau keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan dengan alasan apapun,” tegasnya.
Ia menambahkan, meski wilayah Berau telah disiagakan puluhan unit armada pemadam yang tersebar di 13 kecamatan, kapasitas yang ada belum memadai untuk mengatasi seluruh titik api secara bersamaan. Oleh karena itu, Pemkab Berau mengundang pimpinan perusahaan swasta untuk berkontribusi dan menggelar Salat Istisqa bersama masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat serta pola skema siaga bersama antara aparat, pemerintah, dan pihak swasta di titik-titik rawan.
“Hasil evaluasi kita di lapangan, yang tercepat adalah memperkuat pengawasan di masing-masing kecamatan, terutama kecamatan yang memiliki banyak kawasan hutan,” pintanya.
Ia juga menambahkan, keterlibatan pihak swasta sangat krusial untuk memperkuat kesiapsiagaan personel dan armada di lapangan. Sementara Polres Berau bersama Forkopimda telah meminta kepada beberapa perusahaan untuk terlibat dalam menangani Karhutla itu.
“Kami dari Forkopimda mengundang beberapa perusahaan untuk membantu mengatasi apabila terjadi kebakaran lagi, agar kita semua berada dalam kondisi siaga bersama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam operasi pemadaman di KM 9 Labanan, tim gabungan mengerahkan sedikitnya lima unit pemadam utama yakni dua unit dari Damkar dua unit, satu unit dari BPBD, Balai Wilayah Sungai satu unit dan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Berau Barat satu unit.
Upaya pemadaman tersebut juga didukung tiga unit mobil modifikasi milik Samapta Polres Berau, Yon Armed Buritkang, dan Kuala Lumpur Kepong (KLK) Group, serta tambahan dua unit water tank dari PT Harmoni Panca Utama. (H-2)













































