Dampak Erupsi Anak Krakatau, Kasus ISPA Tembus 16.759 di 4 Provinsi

1 week ago 5
Dampak Erupsi Anak Krakatau, Kasus ISPA Tembus 16.759 di 4 Provinsi Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk membersihkan lokasi dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di SDN 1 Merak Belantung, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (7/9/2026(ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

LONJAKAN kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi ancaman serius bagi masyarakat di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat angka kejadian ISPA secara kumulatif telah menembus 16.759 kasus hingga Minggu (6/9).

Sebaran puluhan ribu kasus penyakit pernapasan tersebut meluas hingga mencakup 23 kabupaten/kota yang tersebar di 4 provinsi terdampak paparan abu vulkanik.

Anak-anak dan balita menjadi salah satu kelompok rentan yang paling terdampak oleh tingginya konsentrasi partikulat debu halus di udara.

Rincian sebaran penderita ISPA berdasarkan kelompok usia mencakup:

  • Kelompok Usia 0–5 Tahun (Balita): Sebanyak 3.771 kasus.
  • Kelompok Usia di Atas 5 Tahun: Sebanyak 12.988 kasus.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gejala gangguan pernapasan.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan abu vulkanik dan partikulat, antara lain dengan membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara belum baik. Khusus kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit tertentu, Dante meminta agar aktivitas di luar ruangan diminimalkan.

“Misalnya stay at home, kemudian menggunakan masker, kalau ada gejala datang ke fasilitas kesehatan,” kata Dante, dikutip Kamis (10/9). 

Kemenkes akan terus memantau kualitas udara dan perkembangan dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

(P-4)
 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |