Dampak Gempa NTT, Wisatawan Tiongkok Dilaporkan Terluka

2 hours ago 8
Dampak Gempa NTT, Wisatawan Tiongkok Dilaporkan Terluka Tim SAR.(Dok. SAR Maumere)

KEMENTERIAN Luar Negeri Tiongkok mengonfirmasi sejumlah warga negaranya menjadi korban luka dalam bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Pemerintah Tiongkok melalui pihak konsuler di Denpasar telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk memberikan perlindungan bagi warga mereka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menyatakan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana tersebut. "Sejauh yang saya ketahui, terdapat beberapa warga negara Tiongkok yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi tersebut," ujar Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/8).

Dampak Korban dan Kerusakan Bangunan

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak gempa ini cukup signifikan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa hingga Sabtu pukul 15.00 WIB, tercatat 38 orang meninggal dunia dan sekitar 2.000 jiwa terdampak.

Di sektor pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat sejumlah fasilitas akomodasi mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi:

Nama Fasilitas/Hotel Lokasi Kondisi Kerusakan
Hotel Jayakarta Manggarai Barat Kerusakan struktur, beberapa bagian roboh
Hotel Papita Mbay Nagekeo Rusak parah
Ayana, Ta'aktana Marriott, Meurorah, dll Labuan Bajo Rusak ringan

Penanganan Wisatawan di Kawasan Floratama

Kementerian Pariwisata saat ini fokus melakukan penanganan di kawasan destinasi super prioritas Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama). Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penghentian pelayaran telah berhasil dipulangkan ke Labuan Bajo dengan selamat setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menerbitkan maklumat pembukaan layanan.

Terkait warga negara Tiongkok, dua turis dilaporkan terluka saat menginap di Hotel Jayakarta dan telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Seluruh tamu hotel di area terdampak telah dievakuasi ke titik aman seperti Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.

Operasional Bandara Komodo mulai berjalan dengan pembatasan teknis, sementara layanan pelayaran dibuka secara bertahap. Jaringan listrik dan internet di sebagian besar sarana akomodasi dilaporkan telah kembali normal. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |