Kegiatan Belajar Tatap Muka di Tiga Kabupaten Dihentikan Sementara Akibat Gempa NTT

2 hours ago 8
Kegiatan Belajar Tatap Muka di Tiga Kabupaten Dihentikan Sementara Akibat Gempa NTT Ruang belajar yang rusak akibat gempa 7,7 magnitude di NTT(MI/Marianus)

KEGIATAN belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihentikan sementara menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, NTT.

Penghentian KBM tatap muka berlaku selama masa tanggap darurat, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi NTT, Adrianus Ngongo, melalui surat pemberitahuan Nomor 400.3.7.6/012/CPK6.3/2026 tertanggal 15 Agustus 2026.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI membawahi satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Dalam surat tersebut disebutkan, penghentian sementara KBM tatap muka dilakukan setelah Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari.

"Sehubungan dengan terjadinya bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari," demikian isi surat pemberitahuan tersebut.

Status tanggap darurat itu ditetapkan melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.

Adrianus meminta seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama masa tanggap darurat.

Selain menghentikan KBM tatap muka, seluruh satuan pendidikan diminta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan pada bangunan sekolah akibat gempa.

Pelaporan kerusakan dilakukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melalui kanal pendataan yang telah disediakan pemerintah.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI juga mengingatkan seluruh warga satuan pendidikan agar tidak memasuki ataupun menggunakan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan atau keretakan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah risiko yang dapat membahayakan keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan, maupun warga sekolah lainnya.

KBM tatap muka akan kembali diaktifkan secara bertahap setelah kondisi dinyatakan aman dan kondusif.

Informasi mengenai pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka akan disampaikan melalui surat edaran lanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI juga meminta seluruh warga satuan pendidikan mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Provinsi NTT, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Warga sekolah diminta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi terkait gempa bumi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Penghentian sementara KBM tatap muka ini menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan warga sekolah selama penanganan darurat pascagempa bumi di wilayah Flores. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |