REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG, – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Ringin Sari, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, resmi mulai dimanfaatkan. Komandan Korem (Danrem) 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menyatakan lahan tersebut kini memasuki tahap tanam padi perdana untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
"Kami telah melakukan serah terima hasil cetak sawah rakyat dan tanam padi perdana di Desa Ringin Sari, guna mendukung ketahanan pangan nasional pada umumnya dan Provinsi Lampung secara khusus," kata Brigjen TNI Sumarlin Marzuki di Provinsi Lampung, Jumat.
Ia menjelaskan, kegiatan Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 di Provinsi Lampung dilaksanakan dengan total luas 1.459,5 hektare yang tersebar di tiga kabupaten. Rinciannya, Kabupaten Tulang Bawang seluas 276 hektare, Kabupaten Mesuji 371 hektare, dan Kabupaten Lampung Timur seluas 812 hektare.
Awal Kerja Nyata
Brigjen Sumarlin menegaskan bahwa serah terima lahan bukanlah akhir dari program. Justru, momen ini menjadi awal kerja nyata yang harus dilanjutkan melalui penanaman, perawatan, hingga panen.
"Kita tidak hanya melihat tanah, tetapi sedang melihat masa depan. Dari lahan ini diharapkan tumbuh padi, penghasilan, kesejahteraan, dan harapan baru bagi keluarga petani," ujarnya.
Ia menekankan peran strategis sektor pertanian karena pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, petani tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga turut menopang kehidupan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.
"Menanam padi adalah pekerjaan yang sangat mulia. Menjaga sawah berarti menjaga kehidupan, dan menghasilkan pangan berarti ikut menjaga ketahanan negara," tegasnya.
Pendampingan Berkelanjutan
Danrem 043/Gatam itu meminta seluruh pihak memastikan lahan yang telah dicetak tidak dibiarkan kosong atau terbengkalai. Setiap kendala dalam pengelolaan lahan harus segera dikoordinasikan agar dapat ditemukan solusi secara cepat dan tepat.
"Kepada jajaran Kodim agar pendampingan terhadap petani tidak berhenti pada kegiatan tanam perdana. Personel TNI harus hadir secara berkelanjutan di tengah petani, mendengar berbagai kendala, membantu mencari solusi, serta mengawal proses pertanian mulai dari tanam hingga panen," pintanya.
Brigjen Sumarlin menilai Kabupaten Tulang Bawang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Lampung. Ia menekankan bahwa potensi tersebut harus diwujudkan menjadi produksi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
"Potensi tidak cukup. Potensi harus menjadi produksi, dan produksi harus menjadi kesejahteraan," katanya.
Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan hamparan lahan tersebut dapat berubah menjadi sawah hijau dengan tanaman padi yang tumbuh subur dan menghasilkan panen yang membanggakan.
"Jadikan tanam perdana ini sebagai awal semangat baru. Kita tanam dengan harapan dan doa, kita rawat dengan kerja keras, dan kita panen dengan semangat," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

10 hours ago
6














































