Dari Bali, Seruan Persatuan Menggema di Dharma Santi 2026

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR — Puncak Dharma Santi Nasional 2026 digelar di Bali dengan pesan kuat soal persatuan dan toleransi. Perayaan ini menjadi penutup rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 yang menegaskan kembali pentingnya harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

Acara berlangsung khidmat di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Jumat (17/4/2026). Sekitar 5.500 peserta hadir, termasuk sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi hadir bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Gubernur Bali Wayan Koster juga tampak mendampingi tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”, acara ini menekankan pentingnya persaudaraan universal. Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, momentum ini menjadi pengingat untuk saling menghormati.

“Melalui Dharma Santi ini, kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat dunia untuk saling menghormati. Selaras dengan Asta Cita Bapak Presiden, harmonisasi dan kolaborasi antarumat beragama adalah kunci utama kekuatan bangsa yang berlandaskan Pancasila,” kata Wisnu.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menambahkan nilai Bhinneka Tunggal Ika tidak terlepas dari dimensi ketuhanan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa. Ia menilai harmoni di Bali bisa menjadi contoh nyata bagi dunia.

“Harmoni yang tercipta di Bali ini menunjukkan bagaimana kerukunan dan peradaban yang harmonis dapat dibangun, sebuah teladan yang tentu bisa diterapkan oleh seluruh pemeluk agama lain dalam kehidupan berbangsa,” ujar Yudian.

Ketua Pelaksana I Made Susila Adnyana menjelaskan tema tahun ini dipilih untuk menguatkan kesadaran bahwa manusia merupakan satu keluarga besar. Menurut dia, nilai tersebut penting untuk menjaga bumi dan mempererat hubungan antarmanusia.

“Semangat ini mengajak kita memperkuat persaudaraan universal dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Dharma Santi menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia,” kata I Made.

Dharma Santi Nasional juga menjadi ruang refleksi bagi umat untuk mengimplementasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pesan toleransi dan persatuan yang digaungkan dari Bali diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |