Dua Kapal Pertamina Bersiap Lintasi Hormuz, Keselamatan Jadi Prioritas

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina International Shipping (PIS) menyiapkan pelayaran dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, untuk melintasi Selat Hormuz seiring pembukaan kembali jalur tersebut oleh Iran. Perusahaan menempatkan keselamatan awak kapal, keamanan kapal, serta muatan sebagai prioritas utama.

PIS melakukan pemantauan intensif dan menyusun perencanaan pelayaran (passage plan) secara komprehensif. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kedua kapal dapat melintas dengan aman di jalur strategis tersebut di tengah dinamika kawasan.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan perusahaan telah menyiapkan strategi pelayaran secara menyeluruh. “Kami melakukan pemantauan intensif dan menyiapkan passage plan yang aman agar kapal dapat melintasi Selat Hormuz,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Strategi tersebut mencakup penyusunan rute pelayaran yang optimal, identifikasi potensi risiko di lapangan, pemanfaatan sistem navigasi elektronik, hingga penyiapan rencana kontinjensi. Seluruh aspek dirancang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama pelayaran berlangsung.

PIS juga mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kelancaran operasional. Komunikasi dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendukung jalur diplomasi dengan otoritas setempat.

Koordinasi turut melibatkan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas di wilayah terkait. Proses ini diperlukan agar seluruh persyaratan dan perizinan pelayaran dapat terpenuhi dengan baik.

Vega menegaskan keselamatan menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan operasional. “Prioritas kami tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” kata dia.

Pembukaan Selat Hormuz memberi ruang bagi aktivitas pelayaran kembali berjalan, termasuk distribusi energi yang melintasi jalur tersebut. PIS memastikan setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang agar operasional tetap aman dan terkendali.

Sebelumnya, Pemerintah Iran pada Jumat (17/4/2026) mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh setelah terpenuhinya syarat penghentian serangan terhadap Lebanon. Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, perlintasan untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujar Araghchi.

Seorang pejabat militer Iran menyampaikan kapal yang melintas tetap memerlukan izin dari otoritas terkait. Sementara itu, laporan media internasional menyebutkan kapal komersial, termasuk dari Amerika Serikat, diizinkan melintas, sedangkan kapal militer tidak.

Respons pasar global terlihat dari penurunan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent turun ke kisaran 88 dolar AS per barel setelah sebelumnya sempat berada di atas 98 dolar AS.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu titik vital distribusi energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global serta gas alam cair diangkut melalui jalur ini.

Pasar keuangan global juga merespons positif perkembangan tersebut. Indeks saham utama di Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan, sementara bursa saham Eropa mencatat kenaikan di sejumlah indeks utama.

Beberapa waktu lalu, Selat Hormuz sempat tidak dapat dilalui kapal tanker setelah meningkatnya ketegangan militer di kawasan pada akhir Februari. Kondisi tersebut menekan pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |