Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Melawan Kejahatan, dari Begal hingga Peredaran Tramadol

10 hours ago 1
Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Melawan Kejahatan, dari Begal hingga Peredaran Tramadol Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak warga untuk melawan aksi kejahatan yang marak di Jabar. Mulai dari pencopetan, pembegalan, hingga peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang.

“Jawa Barat menjadi daerah yang sangat empuk untuk aksi kejahatan yang terstruktur di berbagai tempat. Upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat," paparnya, Rabu (5/8).

Dia menyatakan sejumlah tindak kriminal masih menjadi ancaman di Jawa Barat. Di antaranya adalah pencopetan, penjambretan, pencurian, penggarongan, pembegalan, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Berbagai bentuk kejahatan tersebut, tambahnya, perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengganggu rasa aman masyarakat.

Selain itu, peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang juga marak. Yang paling menarik perhatian ialah peredaran Tramadol

Penyalahgunaan tramadol menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani bersama. Obat tersebut kerap disalahgunakan sehingga dapat memengaruhi perilaku pelaku kejahatan.

“Tramadol dikonsumsi melahirkan orang dalam keadaan nyalinya tinggi, berani membacok, berani menjambret, berani mencopet, bahkan berani membunuh,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan bisnis ilegal yang berkaitan dengan peredaran obat-obatan dan minuman keras tidak boleh dibiarkan berkembang di lingkungan masyarakat karena berpotensi melahirkan kejahatan baru.

Untuk menekan angka kriminalitas, Dedi mengajak masyarakat berani melawan dan tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan maupun pelaku bisnis ilegal.

Ia juga meminta seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dedi mengimbau masyarakat agar tidak takut menghadapi berbagai bentuk kriminalitas. Rasa takut justru memberi ruang bagi pelaku kejahatan untuk terus beroperasi.

“Hilangkan rasa takut karena rasa takut itu membuat mereka nyaman beroperasi,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara masyarakat dan aparat dapat menciptakan kondisi Jawa Barat yang lebih aman, nyaman, dan tenteram serta bebas dari berbagai bentuk kejahatan. (SG)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |