Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana melepas saham di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang mencapai sekitar 80 persen dan telah ditawarkan kepada pemerintah pusat. Ia juga menginginkan agar saham Bandara Kertajati tersebut ditukar dengan saham Bandara Husein Sastranegara.
“Ya, yang pasti setelah sekian banyak upaya yang dilakukan, Pak Gubernur mengambil sikap dan berkomunikasi dengan Pak Presiden terkait pemanfaatan atau pengelolaan Kertajati oleh pemerintah pusat. Syukur-syukur bisa dimanfaatkan untuk pertahanan,” ucap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).
Ia menuturkan pelepasan saham Bandara Kertajati dapat ditukar dengan saham Bandara Husein Sastranegara. Dedi mengatakan pelepasan saham dilakukan mengingat kapasitas fiskal daerah yang terbatas.
Selain itu, ia menyebut dana transfer ke daerah mengalami penurunan, termasuk adanya beban utang dan piutang. Potensi pajak di Jawa Barat pun dinilai masih sangat bergantung pada pajak kendaraan.
“Jadi Pak Gubernur mencoba mengambil langkah untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat atau bahkan menyerahkan pengelolaan kepada pemerintah pusat,” ujar dia.
Ia menyebutkan, apabila pemerintah pusat meminta pelepasan seluruh saham, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terbuka terhadap opsi tersebut. Namun demikian, saham milik Pemprov Jawa Barat dapat dialihkan ke Bandara Husein Sastranegara.

2 hours ago
1

















































