Demi Menghemat Penggunaan BBM, Presiden Pertimbangkan Kebijakan Work From Home

3 hours ago 3

Pengendara motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite secara mandiri di SPBU Coco di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/3/2026). Pemerintah Kota Pontianak bersama PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak dalam kondisi aman serta mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan, sementara TNI/Polri menegaskan untuk memperketat pengawasan distribusi guna mencegah penimbunan BBM.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai bagian dari antisipasi pemerintah menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) untuk mengurangi penggunaan energi.

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Presiden menjelaskan dinamika geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi dunia. Lonjakan harga energi tersebut dikhawatirkan ikut mendorong kenaikan harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.

Menurut Prabowo, pemerintah sebenarnya telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan pokok. Namun di sektor energi, upaya efisiensi tetap diperlukan guna mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM.

Sebagai perbandingan, Presiden mencontohkan langkah penghematan yang dilakukan Pakistan dalam menghadapi krisis energi. Pemerintah negara tersebut menerapkan berbagai kebijakan penghematan, antara lain WFH hingga 50 persen bagi pegawai pemerintah dan swasta serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.

Selain itu, Pakistan juga melakukan langkah efisiensi lain seperti pemotongan gaji pejabat negara, pembatasan penggunaan kendaraan dinas, pengurangan konsumsi BBM pada kendaraan pemerintah, hingga penghentian sejumlah belanja pemerintah seperti pengadaan kendaraan, pendingin ruangan, dan perabot kantor.

Pemerintah negara tersebut juga membatasi kunjungan luar negeri dengan dana negara serta mengurangi anggaran untuk kegiatan seremonial.

Prabowo menilai berbagai kebijakan tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia dalam merumuskan langkah efisiensi yang tepat.

“Ini hanya contoh. Maksud saya ini ada beberapa hari kita bisa mengkaji masalah ini. Kita juga harus mengupayakan penghematan konsumsi,” ujar Presiden.

Ia menilai pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |