Proses pemadaman kebakaran pabrik kayu lapis berasa di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (2/8/2026).(MI/Akhmad Safuan )
KEBAKARAN melanda pabrik pengolahan kayu lapis di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/8) dini hari. Kebakaran diduga dipicu ledakan mesin pres hingga mengakibatkan kerugian mencapai Rp1 miliar.
Pantau Media Indonesia, Minggu (2/8) sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar), masih terus menyiramkan air dalam proses pendinginan ke sejumlah titik di lokasi kebakaran yang menimpa sebuah pabrik pengolahan kayu lapis di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Kebakaran terjadi pada Minggu (2/8) sekitar pukul 01.20 WIB tersebut, diduga dipicu oleh ledakan mesin pres mengakibatkan sedikitnya 300 meter persegi area pabrik tersebut habis terbakar.
"Kita kerahkan 6 unit mobil damkar untuk melakukan pemadaman di pabrik pengolahan kayu lapis tersebut, " kata Petugas Damkar Kabupaten Semarang Slamet Widodo.
Dalam proses pemadam kebakaran itu, lanjut Slamet Widodo, Damkar Kabupaten Semarang mendapatkan bantuan dari Damkar Boyolali dan Salatiga, bahkan setidaknya membutuhkan waktu 7 jam untuk dapat menjinakkan api yang terus berkobar dsn dikhawatirkan merembet ke sekitar nya.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco mengatakan setelah mendapatkan informasi kebakaran tersebut, segera diturunkan puluhan petugas dengan membawa sejumlah mobil dampak ke lokasi kejadian, namun melihat kondisi di pabrik itu banyak barang mudah terbakar menjadi kesulitan tersendiri dalam proses pemadaman.
Pada awal proses awal pemadaman dilakukan oleh tim dari Pos Tengaran, ungkap Anang Sukoco, petugas cukup kesalahan hingga datang bantuan damkar dari daerah tetangga, sehingga api dapat dilokalisir sementara agar tidak merembet ke kawasan lain hingga memicu kebakaran lebih besar.
Menurut sejumlah saksi di lokasi kejadian, demikian Anang Sukoco, kebakaran menimpa pabrik UD Sinar Jaya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang tersebut diduga dipicu ledakan pada mesin pres yang berada di dekat drum berisi oli. Percikan api tersebut menyambar bagian lainnya.
Setelah berjibaku dengan api yang kian besar, tutur Anang Sukoco, api baru dapat ditaklukkan 7 jam kemudian, meskipun tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun kerugian ditafsirkan mencapai Rp1 miliar.
"Banyak tumpukan material kayu baik yang masih mentah maupun setengah jadi terbakar berikut bangun pabrik, " tambahnya. (AS/E-4)

















































