SAMARINDA, – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026. Ajang ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat branding daerah sekaligus mendorong industri kreatif lokal agar mampu menembus pasar internasional.
Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Senin, menegaskan bahwa BIFF bukan sekadar pergelaran busana biasa. Lebih dari itu, festival ini merupakan wadah kolaborasi penting untuk memajukan ekosistem wastra, kriya, dan ekonomi kreatif (ekraf) di Benua Etam.
Festival ini diproyeksikan menjadi jembatan kerja sama ekonomi riil, khususnya dalam membuka akses pasar ke luar negeri melalui skema kemitraan antar bisnis. "Ini satu event bersama yang bagus untuk melakukan penetrasi business to business dengan Australia, di samping penguatan ekosistem untuk memajukan wastra dan kriya,” ujar Ririn.
Dorong Nilai Budaya Jadi Penggerak Ekonomi
Dukungan serupa juga datang dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim. Ketua Harian Dekranasda Kaltim Heni Purwaningsih menyampaikan bahwa nilai budaya dan estetika dalam setiap kerajinan lokal harus mampu dikonversi menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem mode yang adaptif terhadap pasar internasional agar produk lokal tetap diminati. "Tugas kita bukan hanya menjaga agar tradisi tersebut tetap berjalan, tetapi memastikan agar tradisi itu tetap relevan dengan selera generasi muda, perkembangan industri fesyen, tuntutan kualitas pasar, dan relevan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi perajin," kata Heni.
Ia berharap BIFF tidak berhenti menjadi acara seremonial tahunan, melainkan mampu meninggalkan jejak keberlanjutan. Jejak tersebut berupa lahirnya kemitraan baru dan perluasan akses pasar global bagi para pelaku industri kreatif lokal.
Inisiasi dan Rancangan Festival
Lahirnya BIFF 2026 diinisiasi oleh Chairwoman BIFF Yulia Hadi yang membawa pulang pengalamannya selama 20 tahun merantau di Australia untuk mengangkat kekayaan budaya tanah kelahirannya. Festival yang dipimpin oleh Project Director Anas Maghfur ini dirancang secara komprehensif.
Rangkaian acara meliputi temu bisnis (business matching), pameran kriya, dan UMKM Expo. Seluruh agenda ini bertujuan untuk memoles daya saing produk lokal unggulan, seperti tenun Ulap Doyo dan manik-manik Dayak.
Menanggapi tantangan anggaran daerah, Ririn Sari Dewi mengingatkan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh memadamkan optimisme. Sinergi lintas sektor melalui BIFF justru menjadi pembuktian bahwa Kaltim mampu tetap eksis dan berdaya saing.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Diskominfo Kaltim berkomitmen mengoptimalkan seluruh kanal publikasi pemerintah untuk memperluas jangkauan promosi festival mode berskala internasional ini.
Puncak perhelatan BIFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di Aula Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Selama empat hari, panggung bergengsi ini akan dimeriahkan oleh lebih dari 40 desainer fesyen, 40 model profesional, serta menampilkan 400 koleksi karya kreatif yang siap memikat para kolektor dan investor dari Indonesia hingga Australia.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

12 hours ago
11
















































