Dokter Ingatkan Mata Terkena Abu Vulkanik Harus Dibilas Air Bersih

1 week ago 27
Dokter Ingatkan Mata Terkena Abu Vulkanik Harus Dibilas Air Bersih Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk membersihkan lokasi dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di SDN 1 Merak Belantung, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (7/9/2026).(ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Jakarta (Perdami Jaya) mengingatkan masyarakat akan bahaya paparan abu vulkanik erupsi gunung berapi terhadap organ penglihatan. Kontak langsung abu vulkanik pada mata berpotensi memicu perlukaan serius hingga erosi kornea jika tidak ditangani dengan tepat.

Dokter spesialis mata lulusan Universitas Indonesia, dr. Sesaria Rizky Kumalasari, Sp.M, menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan debu jalanan biasa.

"Jika abu vulkanik masuk ke dalam mata maka dapat terjadi perlukaan dan reaksi iritasi karena kontak fisik serta kimiawi," kata Sesaria dikutip dari Antara, Kamis (10/9).

Sesaria, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Non-Katarak Perdami Jaya, mengungkapkan bahwa abu vulkanik merupakan campuran mikroskopis dari bebatuan, kristal mineral, dan kaca vulkanik.

Strukturnya memiliki sudut-sudut tajam tak beraturan yang menyerupai serpihan kaca. Selain itu, permukaan abu vulkanik kerap diselimuti senyawa kimiawi asam, seperti sulfur oksida:

  • Sifat Tajam: Partikel abu beraksi seperti "amplas mikroskopik" yang dapat menggores dan melukai permukaan kornea mata (abrasi/erosi kornea).
  • Sifat Kimiawi: Senyawa asam memicu reaksi peradangan cepat pada konjungtiva (selaput bening mata), ditandai dengan mata merah, berair, hingga keluar kotoran.
  • Gejala Klinis: Sensasi benda asing (kelilipan hebat), rasa gatal, perih menyengat, nyeri, kemerahan, hingga tingginya sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).

Pertolongan Pertama dan Larangan Mengucek Mata

Guna mencegah kerusakan kornea yang lebih parah atau risiko timbulnya infeksi sekunder, dr. Sesaria menegaskan tindakan utama yang wajib dihindari adalah mengucek mata.

Mengucek mata saat kemasukan abu vulkanik akan makin menancapkan partikel tajam ke jaringan kornea serta mempercepat penyebaran zat kimiawi asam ke seluruh permukaan mata.

Langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan meliputi:

  • Bilas Air Mengalir: Segera bilas kedua mata menggunakan air bersih yang mengalir atau gunakan tetes mata yang mengandung air mata buatan (artificial tears).
  • Lapas Lensa Kontak: Segera lepas dan buang lensa kontak yang sedang digunakan dengan tangan bersih guna menghindari peradangan yang lebih berat.
  • Gunakan Kacamata Pelindung: Selalu kenakan kacamata pelindung (goggles) saat harus beraktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak hujan abu.

"Menguceknya seperti menggosokkan amplas mikroskopik di permukaan mata. Senyawa kimia yang menyelimuti abu vulkanik juga dapat menyebar dengan cepat sehingga reaksi peradangan dapat memberat," tegas Sesaria.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |