Jakarta, CNN Indonesia --
Wafatnya Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi menjadi sorotan soal dugaan perlakuan tak manusiawi atau perundungan (bullying) terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang masih junior.
Mengutip dari detikSumbagsel, sejumlah kolega kedokteran menyoroti dugaan beban kerja berat yang dilakoni korban sebelum wafat. Sebelum meninggal, Myta sempat kritis dan dirawat di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) Achmad Junaidi mengatakan pihaknya akan mengawal kasus meninggalnya Myta yang tengah menjalani program internship tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sebelumnya telah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan RI. Mereka meminta dilakukan audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, yang menjadi lokasi penugasan dr Myta," kata Junaidi seperti dikutip dari detikSumbagsel, Sabtu (2/5).
Dalam surat tertanggal 30 April 2026, IKA FK Unsri mengungkap keprihatinan sekaligus sejumlah temuan terkait kondisi kerja dokter internship di rumah sakit daerah tersebut.
Junaidi menyebut Myta diduga menjalani beban kerja berat tanpa istirahat yang cukup selama masa internship. Bahkan, saat kondisi kesehatannya mulai menurun sejak Maret 2026, Myta disebut tetap menjalani jadwal jaga.
"dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," ujarnya.
Berdasarkan keterangannya, kondisi Myta kemudian memburuk, dengan saturasi oksigen dilaporkan berada di bawah 80 persen. Myta akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dalam kasus ini, IKA FK Unsri juga menyoroti sejumlah hal lain, mulai dari dugaan minimnya supervisi dokter pembimbing, keterbatasan fasilitas seperti stok obat, hingga adanya indikasi tekanan agar kondisi tersebut tidak meluas.''
Berdasarkan beberapa bukti yang diklaim didapatkan Ikatan Alumni FK Unsri, sejumlah oknum pembimbing juga disebut sengaja merahasiakan kondisi almarhumah agar masa internship tidak diperpanjang. Dugaan bullying secara verbal juga dialami mendiang dr Myta.
"Adanya arahan untuk merahasiakan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami," ucap Junaidi.
"Narasi gaslighting yang menyerang mentalitas dokter internship seperti sebutan generasi Z lembek saat mereka menyuarakan hak dasar kesehatan," tutup poin kekhawatiran dugaan perundungan dalam surat IKA FK Unsri terhadap Kemenkes.
Atas temuan itu, IKA FK Unsri pun mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship.
"Kami mendesak Kemenkes RI untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif," katanya.
Respons Kemenkes
Terpisah, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr Azhar Jaya mengaku sudah mendapatkan informasi dokter internship yang meninggal dunia itu.
Namun, terkait dugaan bullying dan beban jam kerja tak wajar, pihaknya baru menerima informasi terkait. dr Azhar masih mendalami keterangan tersebut dan terbuka dengan investigasi lanjutan.
"[Soal kabar bullying] ini kita baru dengar, kita dalami dulu, jika terbukti benar, maka kami tutup. Tapi soal sanksi kepada individunya, ya masuk ke Majelis Disiplin Profesi (MDP), jika memang ada indikasi ke sana," jelas pria yang akrab disapa Pak Aco tersebut, Jumat (1/5) dikutip dari detik.com.
Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari Rumah Sakit KH Daud Arif.
Baca berita lengkapnya di sini.
(dis/kid)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































