Dokter: Pola Hidup Sehat jadi Kunci Utama Pencegahan Tumor Otak

2 weeks ago 5
 Pola Hidup Sehat jadi Kunci Utama Pencegahan Tumor Otak Ilustrasi hasil scan tumor otak.(Dok. Magnific)

DOKTER spesialis saraf Diorita Dyah Prayanti, menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah krusial dalam mencegah penyakit tumor otak. Penyakit ini diketahui dapat menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Diorita menjelaskan bahwa pada dasarnya tubuh manusia terdiri dari sel-sel yang diatur oleh gen. Tumor muncul ketika terjadi ketidakseimbangan antara gen yang memicu pertumbuhan sel dan gen yang bertugas menekan pertumbuhan tersebut.

“Pada tumor, ada ketidakseimbangan antara gen yang menumbuhkan tumor dan yang menekan tumor,” ujar Diorita dalam diskusi kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kramat Jati, Jakarta.

Ia memaparkan bahwa tumor otak dipicu oleh pertumbuhan sel yang berlebihan akibat mutasi genetik. Dalam dunia medis saraf, tumor otak diklasifikasikan berdasarkan tingkat agresivitasnya, mulai dari grade 1 yang berkembang lambat hingga grade 4 yang sangat agresif.

Perbedaan Tumor dan Kanker

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai tumor ganas yang berkembang menjadi kanker, Diorita memberikan klarifikasi bahwa meski tumor ganas berpotensi menjadi kanker, tidak semua tumor adalah kanker.

“Tumor yang ada tidak selalu berarti kanker, tapi kanker terbentuk dari tumor yang ganas. Kanker biasanya lebih agresif dalam perkembangannya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perbedaan antara tumor jinak dan ganas tidak dapat ditentukan hanya melalui pemeriksaan radiologi seperti CT scan atau MRI. Diagnosis pasti memerlukan pemeriksaan patologi anatomi terhadap jaringan tumor yang diambil melalui prosedur medis.

Faktor Risiko dan Gejala

Meskipun faktor genetik memegang peran terbesar dalam risiko kanker, Diorita menegaskan bahwa pola hidup sehat tetap menjadi faktor pendukung utama dalam pencegahan. Hal ini penting mengingat prevalensi kasus yang cukup signifikan di berbagai negara.

Di Indonesia, data prevalensi tumor otak masih dalam tahap pengumpulan. Namun, sebagai gambaran, di negara seperti Korea dan Amerika Serikat, jumlah kasus mencapai sekitar 10.000 kasus per 49 juta penduduk.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala-gejala yang bervariasi, antara lain:

  • Kejang-kejang secara tiba-tiba.
  • Sakit kepala atau nyeri kepala hebat.
  • Gangguan perkembangan pada anak-anak.

Kendati nyeri kepala hebat sering dikaitkan dengan tumor otak, Diorita mengingatkan bahwa tanda tersebut tidak selalu merujuk pada penyakit tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.

“Penting bagi masyarakat untuk tidak panik dan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala-gejala tersebut,” pungkasnya. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |