Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat ekosistem #BeliLokal untuk mendukung UMKM.(Dok.Tokopedia)
TOKOPEDIA dan TikTok Shop memperkuat ekosistem #BeliLokal untuk mendukung pelaku usaha lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas serta daya saing. Penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui Perayaan Kolaborasi #BeliLokal yang mempertemukan pelaku usaha, kreator, komunitas, serta mitra dari sektor publik dan swasta.
Penguatan ekosistem dilakukan seiring meningkatnya pemanfaatan platform digital oleh pelaku usaha. Studi Indeks Adopsi Digital Nasional untuk UMKM di Indonesia yang dilakukan Bank Indonesia terhadap lebih dari 10.000 UKM di 34 provinsi menunjukkan digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, inklusi keuangan, dan daya saing usaha.
Studi TikTok Shop pada 2025 juga menunjukkan 72 persen pelaku usaha berhasil menjangkau pelanggan baru melalui TikTok Shop, 67 persen berhasil meluncurkan produk baru, dan 52 persen memperkuat diferensiasi usaha melalui Discovery Commerce.
Tokopedia dan TikTok Shop menyebut #BeliLokal kini berkembang dari kampanye menjadi ekosistem pemberdayaan yang berlangsung sepanjang tahun. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas, edukasi, pendampingan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pemanfaatan Discovery Commerce, serta kolaborasi dengan pemerintah, kreator, institusi pendidikan, dan mitra strategis.
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengatakan pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui akses pasar.
“Pemberdayaan yang sesungguhnya adalah ketika pelaku usaha juga memperoleh pendampingan, peningkatan kapasitas, akses terhadap legalitas usaha, serta kesempatan untuk membangun jejaring dan berkolaborasi,” kata Maman.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dibutuhkan agar UMKM Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan menghadapi era digital.
Executive Director Tokopedia & TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan setiap UMKM memiliki peluang berkembang apabila mendapat dukungan kapabilitas, akses konsumen, dan ekosistem yang memadai.
“Kami ingin terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, kreator, mitra, dan masyarakat melalui #BeliLokal agar semakin banyak pelaku usaha lokal dapat naik kelas, membangun bisnis yang lebih berdaya saing, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Stephanie.
Dampak #BeliLokal
Sejak diluncurkan pada 2023, #BeliLokal diklaim memberikan dampak terhadap pertumbuhan pelaku usaha melalui peningkatan kapasitas, Discovery Commerce, dan kolaborasi lintas ekosistem.
Jumlah penjual yang berpartisipasi dalam kampanye #BeliLokal meningkat 50 persen dibandingkan semester I 2025. Nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) meningkat 14 persen, sedangkan jumlah produk lokal yang terjual naik 51 persen menjadi 700 juta produk.
Pertumbuhan juga tercatat pada sejumlah kategori, antara lain fesyen yang meningkat 22 persen dan fast-moving consumer goods (FMCG) sebesar 12 persen. Kategori gaya hidup dan otomotif juga mencatat pertumbuhan positif.
Hingga kini, lebih dari 4.800 UMKM, kreator, dan affiliate telah mengikuti berbagai program edukasi #BeliLokal. Mayoritas peserta berasal dari luar Jabodetabek, sementara sekitar separuh pelatihan diselenggarakan di luar Pulau Jawa.
Program yang dikembangkan dalam ekosistem #BeliLokal antara lain Waktunya STARt!, edukasi penjual, lokakarya bisnis, #JualanNyaman, edukasi NIB, peningkatan kesadaran HKI, serta edukasi mengenai praktik berjualan yang bertanggung jawab.
Tokopedia dan TikTok Shop juga memanfaatkan Discovery Commerce melalui konten video, LIVE Shopping, kolaborasi dengan kreator dan affiliate, serta kampanye #BeliLokal untuk meningkatkan visibilitas produk lokal.
Pelaku Usaha Lokal
Sejumlah pelaku usaha turut memanfaatkan ekosistem #BeliLokal untuk memperluas pasar. Salah satunya Facetology, merek kecantikan yang berdiri sejak 2022 dan mengembangkan produk berbasis riset.
Group Brand Manager Facetology Satrio Arief mengatakan konten, LIVE Shopping, kolaborasi dengan kreator, dan berbagai program #BeliLokal membantu mereknya meningkatkan visibilitas serta berinteraksi dengan konsumen.
“Insight tersebut menjadi bagian penting bagi kami untuk terus mengembangkan produk dan menghadirkan inovasi yang semakin relevan bagi konsumen Indonesia,” kata Satrio.
Pelaku usaha lain, Apelicious, merek camilan sehat asal Malang yang berdiri sejak 2018, memanfaatkan LIVE Shopping, Flash Sale, serta kolaborasi dengan kreator dan afiliator untuk memperluas pasar.
Owner Apelicious Lisa Amalia mengatakan program #BeliLokal membantu produknya menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Pertumbuhan bisnis tersebut juga membuka peluang kerja bagi hampir 120 karyawan lokal serta mendukung kerja sama dengan petani buah dan sayur di sejumlah daerah.
Penghargaan Pelaku Usaha dan Kreator
Dalam Perayaan Kolaborasi #BeliLokal, Tokopedia dan TikTok Shop memberikan penghargaan kepada pelaku usaha dan kreator yang dinilai berkontribusi dalam memperluas jangkauan produk lokal.
Penghargaan Pahlawan Beli Lokal diberikan kepada @eatsambel. Sementara itu, penghargaan Seller Lokal Inspiratif diberikan kepada @lescatino untuk kategori Fashion, @ozzaskinoficial untuk FMCG, @hafezindonesia untuk Auto & Electronics, dan @buku_ceria untuk Lifestyle.
Penghargaan Seller Lokal Bersinar diberikan kepada @giyomi.id untuk kategori Fashion, @grouu.id untuk FMCG, dan @tokobukuyanita untuk Lifestyle. Dalam Beli Lokal Creator Challenge, juara pertama diraih @juraganfazar, juara kedua @hi.dad_store, dan juara ketiga @rinagstinaa.
Penghargaan Beli Lokal Mendunia diberikan kepada @kahfeveryday sebagai Seller Inspiratif Lokal Mendunia dan @barberdaily.co sebagai Bintang Baru Lokal Mendunia. Adapun Penghargaan Pahlawan Beli Lokal Favorit diraih @aerostreet.
Tokopedia dan TikTok Shop menyatakan para penerima penghargaan turut berperan dalam memperluas jangkauan produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital melalui ekosistem #BeliLokal.















































