Dosen Universitas Andalas mengikuti International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026 yang diselenggarakan di Bintang Bali Resort pada tanggal 30–31 Juli 2026.(MI/Yose Hendra )
DOSEN Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, kembali mengukir prestasi di tingkat internasional melalui partisipasinya dalam International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026 yang diselenggarakan di Bintang Bali Resort pada tanggal 30–31 Juli 2026. Konferensi tersebut menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian serta inovasi dalam bidang teknik lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Pada konferensi tersebut, tim peneliti yang terdiri atas Rahmi Awalina dan Ayendra Asmuti dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, bersama Wida Susanty Hj. Suhaili dari University Teknologi Brunei mempresentasikan hasil penelitian berjudul "Spatial Analysis of Landslide Susceptibility in the Batang Kuranji Watershed."
Penelitian itu mengangkat isu strategis mengenai mitigasi bencana longsor melalui pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan wilayah.
Penelitian difokuskan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji di Kota Padang yang memiliki karakteristik topografi berbukit hingga bergunung dengan curah hujan tinggi. Kondisi tersebut, ditambah dengan perubahan penggunaan lahan yang semakin intensif, kondisi geologi vulkanik, dan jenis tanah yang rentan, menjadikan kawasan ini memiliki potensi longsor yang cukup tinggi.
Melalui pendekatan analisis spasial menggunakan metode Weighted Overlay, penelitian ini mengintegrasikan lima parameter utama, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, geologi, jenis tanah, dan tutupan lahan. Tiap parameter diklasifikasikan dan diberikan bobot sesuai tingkat pengaruhnya terhadap kejadian longsor sehingga menghasilkan peta kerawanan longsor yang komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan longsor di DAS Batang Kuranji terbagi ke dalam lima kelas, yaitu sangat rendah sebesar 4,21%, rendah 25,68%, sedang 33,73%, tinggi 34,82%, dan sangat tinggi 1,55%. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi umumnya berada pada bagian hulu DAS yang memiliki lereng curam, curah hujan tinggi, batuan vulkanik, serta perubahan tutupan lahan yang cukup signifikan.
Sebaliknya, wilayah hilir didominasi oleh kelas kerawanan rendah hingga sangat rendah karena memiliki topografi yang relatif datar. Secara keseluruhan, sekitar 70,10% wilayah DAS Batang Kuranji berada pada kategori kerawanan sedang hingga sangat tinggi, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan daerah aliran sungai, perencanaan tata ruang, dan upaya mitigasi bencana.
Peta kerawanan longsor yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah daerah, perencana wilayah, dan para pemangku kepentingan dalam menentukan kawasan prioritas konservasi, menyusun strategi mitigasi bencana, serta merancang pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmi Awalina selaku ketua tim peneliti menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan bentuk kontribusi Universitas Andalas dalam menyediakan informasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung pengurangan risiko bencana di Indonesia.
"Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji merupakan salah satu kawasan strategis di Kota Padang yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi. Melalui penelitian ini, kami berupaya menghasilkan informasi spasial yang akurat sehingga dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan tata ruang, menentukan prioritas kawasan konservasi, serta merancang strategi mitigasi bencana yang lebih efektif. Kami berharap hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam membangun wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana," ungkap Rahmi Awalina.
Rahmi juga menambahkan bahwa kolaborasi penelitian bersama University Teknologi Brunei menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring penelitian internasional sekaligus meningkatkan kualitas riset melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpeneliti.
"Partisipasi dalam International Conference on Environmental Engineering 2026 memberikan kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan hasil riset Universitas Andalas kepada komunitas ilmiah internasional, memperoleh berbagai masukan dari para pakar, serta membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas di masa mendatang. Kami percaya bahwa kolaborasi internasional merupakan salah satu kunci dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, dan pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan," tambahnya.
Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan pengurangan risiko bencana dan perencanaan wilayah yang tangguh, serta SDG 13 (Climate Action) melalui penyediaan informasi ilmiah yang mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan.
Keikutsertaan tim peneliti Universitas Andalas pada International Conference on Environmental Engineering 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi penelitian global sekaligus memperkuat eksistensi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan riset berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.
Partisipasi dalam konferensi internasional ini didukung melalui pendanaan dari Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang dikelola melalui Program EQUITY berdasarkan Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025. Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas akademisi Indonesia untuk menghasilkan penelitian berkualitas, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan daya saing publikasi ilmiah Indonesia di tingkat global.
Melalui partisipasi aktif pada forum ilmiah internasional ini, Universitas Andalas terus menegaskan komitmennya dalam menghasilkan inovasi dan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam penyelesaian berbagai tantangan lingkungan, khususnya di bidang mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. (YH/E-4)


















































