Dugaan Keracunan Program MBG di Gembong Ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa

1 week ago 6
Dugaan Keracunan Program MBG di Gembong Ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa Puluhan ambulans disiagakan akibat kasus keracunan massal usai mengonsumsi makanan program MBG di Pati.(MI/Akhmad Safuan )

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga saat ini, puluhan korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berdasarkan pemantauan pada Kamis (10/9), kondisi para korban dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati berangsur membaik. Meski demikian, sebanyak 45 orang masih harus menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo dan Rumah Sakit Mitra Bangsa, Pati.

Sementara itu, ratusan siswa dan guru lain yang sempat mengalami gejala mual, muntah, diare, serta lemas telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis di puskesmas serta rumah sakit setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luki Pratugas Narimo, menyampaikan bahwa petugas kesehatan juga diterjunkan langsung ke rumah-rumah siswa untuk menyisir dan memastikan tidak ada korban bergejala yang terlewat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Adhi Chandra, menegaskan bahwa status KLB ditetapkan agar penanganan dapat diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Dengan status ini, seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung penuh oleh Pemkab Pati menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Lebih lanjut, Risma menyampaikan bahwa kondisi para korban kini terus membaik dan sebagian siswa sudah kembali beraktivitas di sekolah. Untuk sementara waktu, distribusi program MBG di wilayah tersebut dihentikan.

"Kami memohon maaf secara terbuka kepada orangtua murid dan seluruh masyarakat atas musibah ini," ujar Risma.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan darurat berjalan cepat dan efektif berkat koordinasi antara Pemkab Pati, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, pihak sekolah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Badan Gizi Nasional (BGN). (AS/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |