Sabtu 27 Jun 2026 16:46 WIB
•
Oleh: Almarhum Alwi Shahab
REPUBLIKA.CO.ID, Batavia dulunya adalah surga buah-buahan. Kebun-kebun buah terhampar dari Pasar Minggu, Condet, sampai Kuningan. Sayangnya saat ini hampir tidak lagi ditemukan kebun-kebun buah di wilayah Jakarta. Semuanya musnah diubah menjadi berbagai bangunan.
Berbagai foto pedagang buah-buahan terabadikan. Seperti foto pedagang buah di Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 1910-an. Pada pedagang yang memakai busana Betawi semacam blangkon ala Jawa Tengah dengan baju lurik tengah melayani pembeli seorang Cina yang berpakaian dari negeri leluhurnya. Pemuda Cina dengan rambut taucang di konde di bagian belakangnya dan bertelanjang kaki tengah menawar harga ayam yang dikurung dalam keranjang.
Rupanya busana para pedagang Betawi sekitar 100 tahun lalu masih menggunakan tutup kepala seperti layaknya masyarakat Jawa. Baru kemudian digantikan oleh kopiah hitam yang dipopulerkan oleh Bung Karno sejak tahun 1930-an. Kala itu orang Cina diharuskan menggunakan taucang yang merupakan kebiasaan bangsa Manchu yang mendirikan dinasti Qing di Tiongkok (1644-1911).
Selama dinasti ini berkuasa, mereka mengharuskan perantau Cina mengikuti tradisinya mengepang rambutnya dan melicinkan bagian atas. Meskipun pada 1911 dinasti Qing sudah tidak berkuasa lagi di daratan Cina, kini giliran Belanda yang tetap mempertahankan tradisi yang sudah berusia ratusan tahun itu. Karena pemerintah kolonial mengenakan pajak kepala atau pajak rambut panjang kepada warga Cina.
Seperti terlihat dalam foto, di pasar buah-buahan umumnya adalah produk lokal seperti salak, nanas, jeruk, kelapa, yang kini telah digantikan oleh buah-buahan impor yang mendominasi perdagangan di mal-mal dan supermarket. Bahkan para pedagang di kampung-kampung. Padahal, sampai awal tahun 1970-an, apel dan anggur merupakan buah-buahan yang harganya tidak terjangkau masyarakat kelas bawah.
Buah-buahan ini diselundupkan ke Indonesia melalui para inang dari Singapura. Sampai 1960-an kampung-kampung di Betawi banyak terdapat pohon durian, duku, rambutan, dan mangga. Kini durian lokal sudah sulit didapat, kalah bersaing dengan durian Thailand di mal-mal.

8 hours ago
8









































