FAA Selidiki Insiden Keamanan Helikopter Trump di Bandara Reagan National

2 hours ago 5
FAA Selidiki Insiden Keamanan Helikopter Trump di Bandara Reagan National Marine One.(Dok Istimewa)

FEDERAL Aviation Administration (FAA) dan National Transportation Safety Board (NTSB) tengah menyelidiki insiden keamanan udara yang melibatkan helikopter kepresidenan Marine One di Bandara Reagan National, Washington D.C. Insiden yang terjadi pada Selasa (4/8) sore tersebut melibatkan kurangnya koordinasi antara kontrol lalu lintas udara (ATC) dengan helikopter yang membawa Presiden Donald Trump.

Berdasarkan laporan awal, Marine One lepas landas dari Gedung Putih menuju Joint Base Andrews di Maryland. Namun, petugas pengatur lalu lintas udara di Bandara National dilaporkan belum menghentikan penerbangan komersial saat helikopter kepresidenan tersebut memasuki ruang udara bandara. Sesuai prosedur standar, Marine One seharusnya memberikan peringatan tiga menit sebelum lepas landas agar ATC dapat mengosongkan jalur udara dari pesawat komersial.

Kendala Komunikasi di Menara Pengawas

Rekaman audio dari ATC.com menunjukkan ada gangguan komunikasi yang signifikan. Pilot Marine One terdengar memberikan peringatan tiga menit sebanyak beberapa kali mulai pukul 14.30 waktu setempat. Namun, petugas ATC tampak kesulitan menerima pesan tersebut dengan jelas.

"Tower, hanya ingin memastikan Anda menerima. Marine One, tiga menit menuju angkat," ujar pilot. Petugas ATC merespons dengan menyatakan bahwa transmisi tersebut terputus dan tidak terbaca.

Beberapa menit kemudian, pilot Marine One menyatakan akan melanjutkan penerbangan sesuai rencana. Pada saat yang sama, petugas ATC menginformasikan bahwa jet penumpang Embraer E-170 milik American Airlines tujuan Pensacola, Florida, sedang melakukan lepas landas. Hal ini memaksa pilot Marine One untuk mengambil penundaan sesaat guna menghindari konflik jalur.

Evaluasi Keamanan dan Risiko

Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan bahwa Presiden Trump tidak pernah berada dalam bahaya. "Penerbangan Marine One dipiloti oleh penerbang terbaik di dunia," ujarnya dalam pernyataan resmi. Senada dengan hal tersebut, Korps Marinir menyatakan penerbangan itu bersifat rutin dan tim ATC memberikan informasi lalu lintas yang sesuai.

Meskipun demikian, FAA mengonfirmasi ada kehilangan pemisahan sesaat antarpesawat. "Prosedur kontrol lalu lintas udara dirancang untuk meminimalkan risiko dengan menjaga jarak aman antarpesawat. Kami terus meninjau insiden ini dan akan menerapkan tindakan korektif yang diperlukan," ungkap juru bicara FAA.

Konteks Keamanan Udara D.C.
Insiden ini memicu kekhawatiran ekstra mengingat ada aturan ketat baru setelah tabrakan udara fatal pada tahun 2025 yang menewaskan 67 orang di dekat bandara tersebut. Aturan baru melarang helikopter dan jet komersial menempati ruang udara yang sama di area tertentu di sekitar Washington.

Jeff Guzzetti, mantan penyelidik kecelakaan di FAA dan NTSB, menilai masalah komunikasi ini merupakan problem persisten di ruang udara D.C. yang padat. "Meskipun sistem akhirnya mampu memitigasi risiko, kehilangan pemisahan seperti ini seharusnya tidak terjadi sejak awal," kata Guzzetti. Akibat insiden ini, sejumlah jadwal lepas landas dan pendaratan di Bandara National sempat mengalami penundaan sekitar 10 menit. (The Washington Post/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |