REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Donald Trump mulai frustasi dengan langkah Iran menutup Selat Hormuz. Penutupan Selat membuat harga minyak dunia melambung tinggi.
Trump telah meminta sekutunya untuk membantu membuka Hormuz. Namun permintaan Presiden AS itu seperti bertepuk sebelah tangan. Belum ada sekutu yang mengonfirmasi untuk membantu, termasuk Inggris dan Prancis.
Tak digubris, Trump pun mengumbar ancamannya kepada sekutu NATO. Ia memperingatkan bahwa NATO menghadapi masa depan yang sangat buruk jika sekutu AS itu tak mau membantu membuka Selat Hormuz.
Presiden AS mengatakan kepada Financial Times dalam sebuah wawancara pada Ahad, bahwa ia juga dapat menunda pertemuan puncaknya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir bulan ini. Trump telah meminta bantuan Beijing membantu membuka blokade jalur air penting tersebut.
“Sangatlah tepat jika pihak-pihak yang diuntungkan dari Selat tersebut membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana,” kata Trump, seraya berpendapat bahwa Eropa dan Tiongkok sangat bergantung pada minyak dari Teluk, tidak seperti AS.
“Jika tidak ada tanggapan atau jika tanggapannya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” katanya mengingatkan.
Komentar Trump, yang disampaikan dalam percakapan telepon selama delapan menit dengan FT, muncul sehari setelah ia meminta Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk bergabung dalam upaya untuk membuka jalur sempit yang dilalui seperlima minyak dunia.
Iran pada dasarnya menutup selat tersebut setelah AS dan Israel melancarkan perang mereka lebih dari dua minggu lalu. Penutupan tersebut memicu kekhawatiran akan guncangan harga minyak baru bagi ekonomi global.
Upaya AS untuk membuka jalur air tersebut sebagian besar gagal. Harga minyak internasional mencapai US$106 per barel pada Ahad malam, naik sekitar 45 persen sejak awal perang.
Meskipun telah memperingatkan, Trump pesimis bahwa sekutu AS akan mengindahkan permohonannya untuk bantuan.
“Kita punya sesuatu yang disebut NATO,” kata Trump, yang sering mengkritik aliansi tersebut. “Kita sudah sangat baik. Kita tidak harus membantu mereka dengan Ukraina. Ukraina berjarak ribuan mil dari kita… Tapi kita membantu mereka. Sekarang kita akan lihat apakah mereka membantu kita. Karena saya sudah lama mengatakan bahwa kita akan ada untuk mereka tetapi mereka tidak akan ada untuk kita. Dan saya tidak yakin mereka akan ada di sana.”
Mengharapkan bantuan China

7 hours ago
5

















































