Golongan yang Dijauhkan dari Telaga Rasulullah

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Telaga al-Kautsar adalah sebuah karunia besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Di Telaga Rasulullah SAW itu, umat Islam kelak pada hari kiamat akan berjumpa dengan beliau. Mereka pun akan menikmati air yang penuh berkah itu.

Nabi SAW bersabda, "Telagaku seluas perjalanan selama satu bulan dan panjang tepi-tepinya sama dengannya. Air telaga itu lebih putih daripada susu, wanginya lebih harum daripada minyak misk, cangkirnya sejumlah bintang-bintang yang ada di langit. Maka barang siapa yang telah meminum air telaga tersebut, niscaya dia tidak akan merasakan haus selama-lamanya"

Bagaimanapun, tidak semua umat akan menerima berkah dan kehormatan untuk meminum air dari Telaga Nabi. Lantas, siapa saja yang justru dijauhkan dari kesempatan yang luar biasa besar itu?

Nabi SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh ummul mukminin 'Aisyah RA.

وعن عائشة رضي الله عنها قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول وهو بين ظهراني أصحابه: (إني على الحوض، أنتظر من يرد علي منكم، فوالله ليقتطعن دوني رجال، فلأقولن: أي رب! مني ومن أمتي، فيقول: إنك لا تدري ما عملوا بعدك

“Aku lebih dahulu dibanding kalian (sampai) di Telaga. Ditunjukkan kepadaku (tentang Telaga) beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan minuman untuk mereka dari telaga, mereka dijauhkan dariku. Aku pun bertanya kepada Tuhanku (mengapa mereka dijauhkan dari Telaga), 'Ini (mereka) adalah umatku.' Kemudian, Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bidah yang mereka buat sesudahmu'" (HR Muslim).

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim mengatakan, para ulama saling berbeda pendapat tentang orang-orang yang disebut hadis tersebut. Ada yang menyebut, mereka adalah golongan yang munafik dan yang murtad. Mereka kelak akan berkumpul di Telaga Nabi layaknya burung-burung puyuh berkumpul. Kemudian, Rasulullah SAW memanggil mereka dikarenakan melihat sisa-sisa tanda keislaman yang ada pada diri mereka.

Kemudian, Allah menegur Nabi SAW. Dikatakan kepada beliau, “Mereka itu adalah orang yang meninggalkan agama mereka setelah engkau (meninggal)." Atau, "Mereka mati, namun belum kembali berislam lagi.”

Pendapat kedua menyatakan, yang dimaksud dengan golongan dalam hadis tersebut adalah mereka yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, kemudian murtad setelah sepeninggal beliau.

Di Hari Kiamat, Nabi SAW memanggil mereka, tetapi tidak ada bekas-bekas wudhu yang terpancar dari mereka, sebagaimana yang beliau kenali semasa dahulu. Kemudian, dikatakan kepada Rasulullah, “Mereka murtad setelah engkau (meninggal)."

Pendapat yang terakhir menyebutkan, yang dimaksud dengan golongan yang terhindar dari Telaga Nabi adalah para pelaku maksiat. Termasuk di dalamnya adalah pembohong-pembohong semasa di dunia. Akibat perbuatannya itu, mereka terhambat.

Hukuman dijatuhkan atas mereka. Kemudian, berkat rahmat Allah SWT, mereka diperkenankan masuk ke dalam surga lantaran keimanannya semasa di dunia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |