Gus Kikin Didorong Susun Kepengurusan PBNU yang Profesional dan Bebas dari Stigma Politik

1 week ago 6
Gus Kikin Didorong Susun Kepengurusan PBNU yang Profesional dan Bebas dari Stigma Politik Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kedua kanan) menandatangani pakta integritas usai ditetapkan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ul(ANTARA/Syaiful Arif)

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), mendukung Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), untuk merestrukturisasi kepengurusan secara profesional, meritokratis, dan terbebas dari stigma politik partisan.

Gus Lilur menegaskan bahwa penyusunan struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pasca-Muktamar sepenuhnya merupakan hak prerogatif sekaligus tanggung jawab konstitusional Ketua Umum guna mentransformasikan organisasi.

"Penyusunan kepengurusan PBNU harus bertumpu pada indikator profesionalisme dan meritokrasi. Sangat tidak rasional apabila dinamika internal dikerdilkan oleh prasangka politik sempit. NU adalah entitas multisektoral yang membutuhkan kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan teruji," ujar Gus Lilur, Kamis (10/9/2026).

Menanggapi masuknya nama Lukman Edy dalam bursa calon Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Lilur menilai rekam jejak di ranah eksekutif dan tata kelola organisasi merupakan modal objektif. Ia menolak narasi 'PKB Come Back' yang dikaitkan dengan figur tersebut.

"Kehadiran figur dengan portofolio kepemimpinan yang kuat adalah bentuk pemanfaatan modal manusia yang rasional. Sinergi antara Ketua Umum dan jajarannya harus dinilai dari efektivitas kerja serta komitmen terhadap Khittah NU, bukan dari asumsi subjektif," lanjutnya.

Selain aspek kapasitas individual, Gus Lilur menggarisbawahi krusialnya keterwakilan wilayah dalam jajaran pengurus PBNU mendatang agar tidak didominasi oleh kawasan tertentu.

"PBNU adalah artikulasi keberagaman Indonesia, bukan representasi PWNU Jawa Timur semata. Kontribusi Jawa Timur sangat substansial, namun tata kelola PBNU harus mencerminkan asas keberimbangan nasional. Distribusi kepemimpinan strategis wajib mengakomodasi kader-kader terbaik dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua," tegas Gus Lilur.

Lebih lanjut, Gus Lilur mengimbau seluruh warga nahdliyin untuk menghentikan polemik spekulatif dan memberikan kepercayaan penuh kepada kepemimpinan baru untuk menjalankan mandat organisasi.

"Mari berikan kepercayaan penuh kepada Gus Kikin untuk membina tim kerja yang solid, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan jam'iyah," pungkasnya.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |