Hamas Desak Klarifikasi Dewan Perdamaian Trump soal Penarikan Pasukan Israel di Gaza

1 day ago 2
Hamas Desak Klarifikasi Dewan Perdamaian Trump soal Penarikan Pasukan Israel di Gaza Serangan Israel menghancurkan mobil warga Palestina.(Al Jazeera)

KELOMPOK pejuang Palestina, Hamas, pada Selasa (4/8/2026), mendesak klarifikasi dari Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hamas menyatakan keresahan atas pernyataan dewan tersebut terkait prospek pelucutan senjata kelompok tersebut dan mekanisme penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Sebelumnya pada Jumat (31/7), Hamas menyatakan setuju untuk menyerahkan senjatanya. Hal ini sejalan dengan peta jalan yang diterbitkan Dewan Perdamaian yang mencakup ketentuan untuk pelucutan senjata secara bertahap dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Gaza.

Namun, pihak Israel tetap bersikeras menolak penarikan pasukan sebelum proses pelucutan senjata oleh Hamas selesai dan dapat diverifikasi sepenuhnya. Menanggapi hal tersebut, pascapertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin, Dewan Perdamaian tampak memberikan jaminan kepada Israel.

Dewan menyatakan bahwa penarikan pasukan Israel dari posisi mereka saat ini di Gaza hanya akan dimulai setelah Hamas benar-benar melucuti senjatanya secara total.

Kritik Hamas terhadap Mladenov

Seorang pejabat Hamas menyatakan bahwa pihaknya dan faksi-faksi lain Palestina merasa tidak nyaman dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza di bawah Dewan Perdamaian, setelah pertemuannya dengan Netanyahu.

"Pernyataan tersebut hanya berfokus pada masalah senjata dan gagal membahas kewajiban pihak pendudukan, terutama terkait aspek kemanusiaan dan komitmen Israel untuk menghentikan agresi, termasuk pengeboman udara, artileri, penembakan, pembunuhan, dan operasi militer di Jalur Gaza," ujar pejabat tersebut kepada AFP dengan syarat anonim.

Pejabat lain Hamas menambahkan bahwa kelompok tersebut sedang menunggu tanggapan resmi dan jelas dari Mladenov mengenai poin-poin kesepakatan yang telah disetujui, posisi Mladenov terhadap eskalasi militer Israel di Gaza, serta kebijakan penundaan implementasi perjanjian yang terus berlanjut.

Mediasi dan Hambatan

Qatar, Mesir, dan Turki, yang bertindak sebagai mediator gencatan senjata, turut melontarkan kritik terhadap Israel menyusul serangan baru di wilayah Palestina. Qatar secara terbuka menyalahkan Israel atas keterlambatan implementasi rencana Trump untuk Gaza.

"Sudah jelas bagi komunitas internasional siapa yang menghalangi implementasi perjanjian ini. Tanggung jawab penuh ada di pihak Israel," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari.

Al Ansari menambahkan bahwa peningkatan serangan Israel di Gaza dalam beberapa hari terakhir merupakan upaya untuk menggagalkan implementasi rencana perdamaian dan memblokir solusi damai.

Ketegangan itu diperparah oleh perubahan sikap Dewan Perdamaian. Melalui unggahan di platform X, dewan menyebutkan penarikan Israel melampaui Yellow Line (garis demarkasi kontrol militer) hanya akan terjadi setelah dekomisioning senjata selesai. Posisi ini dinilai kontradiktif dengan pernyataan Mladenov pada Jumat lalu yang menyebut bahwa penarikan pasukan harus bergerak seiring sejalan (in lockstep) dengan pelucutan senjata. (AFP/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |