Hendri Satrio Hadiri Panggilan Ditjen Pajak Soal Podcast Ferry Latuhihin

9 hours ago 7
Hendri Satrio Hadiri Panggilan Ditjen Pajak Soal Podcast Ferry Latuhihin Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGAMAT politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa), memenuhi pemanggilan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan terkait pemeriksaan perpajakan ekonom Ferry Latuhihin.

Usai menjalani proses klarifikasi, pria yang akrab disapa Hensa ini mengapresiasi kinerja dan profesionalisme petugas pajak yang dinilainya bekerja secara obyektif tanpa terpengaruh oleh opini publik maupun polemik yang beredar.

Ia menegaskan, kehadirannya memenuhi panggilan Ditjen Pajak merupakan bentuk komitmen dan kepercayaan terhadap prosedur otoritas perpajakan negara.

"Saya kagum sama petugas Ditjen Pajak itu kemarin. Dia tidak melebar ke mana-mana, sangat profesional dan fokus pada apa yang memang dicari. Terlepas dari berbagai kontroversi, petugas pajaknya tidak bicara seperti itu, dia murni melakukan tugasnya saja," ujar Hensa di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Buka Suara Soal Honor Narasumber Podcast

Hensa mengungkapkan bahwa pemeriksaan berlangsung cepat dan efisien. Pertanyaan yang diajukan penyidik berpusat pada substansi serta bentuk apresiasi yang diberikan kepada Ferry Latuhihin saat diundang sebagai narasumber podcast.

Kepada petugas pajak, Hensa membeberkan secara transparan bahwa dirinya tidak pernah memberikan imbalan dalam bentuk uang tunai kepada narasumber, melainkan sebatas buah tangan sederhana.

"Yang ditanya sebenarnya pertanyaannya satu saja, 'Mas Hensa mengundang Prof. Ferry Latuhihin dikasih honor ya?' Saya jawab tidak pernah kasih uang. Semua narasumber saya pilihannya cuma dua, buah atau cookies. Waktu itu Prof. Ferry saya kasih cookies seharga Rp125 ribu sampai Rp150 ribu," paparnya.

Lebih lanjut, Hensa menilai proses klarifikasi perpajakan merupakan rutinitas kelembagaan yang patut dihormati oleh seluruh warga negara. Ia mengimbau publik untuk tidak bersikap reaktif atau menghindari panggilan instansi pemerintah selama tidak ada hal yang disembunyikan.

"Nah itu yang saya hindari, makanya saya datang. Petugas pajak hanya menjalankan kewajiban, kita datang saja agar semuanya jelas," pungkas Hensa. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |