Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak Ditemukan di Banda Aceh, Disusul Diabetes

1 week ago 6
Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak Ditemukan di Banda Aceh, Disusul Diabetes Ilustrasi(magnifik)

HIPERTENSI dan diabetes melitus menjadi dua penyakit tidak menular (PTM) yang banyak ditemukan di Kota Banda Aceh. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kedua penyakit dapat berkembang tanpa gejala yang jelas dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menyebutkan hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah tersebut, disusul diabetes. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan di SMPN 6 Banda Aceh pada Agustus 2025. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi penyakit sejak dini. 

Data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh juga menunjukkan besarnya kebutuhan pelayanan bagi penderita diabetes. Dalam Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh 2023, sasaran penderita diabetes melitus pada tahun tersebut tercatat sebanyak 6.378 orang. Sementara capaian pelayanan mencapai 7.888 orang atau 100 persen dari target pelayanan yang ditetapkan. 

Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa pengendalian PTM membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hipertensi dan diabetes termasuk penyakit yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi atau kadar gula darah yang meningkat tanpa merasakan keluhan berarti.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh juga secara rutin mendorong masyarakat melakukan skrining PTM. Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol. Kegiatan skrining dilakukan untuk menemukan faktor risiko maupun kondisi penyakit lebih awal sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan yang sesuai. 

Upaya deteksi dini juga diperkuat melalui layanan kesehatan berbasis masyarakat. Profil Kesehatan Kota Banda Aceh 2024 mencatat sasaran deteksi dini faktor risiko PTM pada penduduk usia 15–59 tahun mencapai 148.092 orang. Dari 84.105 orang yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan usia produktif, sebanyak 29.687 orang atau 35,3 persen teridentifikasi memiliki risiko penyakit tidak menular. 

Pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi kedua penyakit tersebut. Masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, tidak merokok, serta memeriksa tekanan darah dan gula darah secara berkala.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menekankan bahwa peningkatan literasi kesehatan dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko dan memanfaatkan layanan kesehatan dengan lebih baik. Dengan pemeriksaan rutin, hipertensi maupun diabetes dapat diketahui lebih awal sehingga pengelolaan penyakit dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. 

Sumber: Dinkes Aceh

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |