KAwasan CFD Sudirman-Thamrin, Jakarta.(Dok. Antara)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan identitas rombongan lima mobil yang menerobos kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin akan segera diungkap. Peristiwa pelanggaran tersebut terjadi pada Ahad (23/8) dan melibatkan sejumlah mobil pribadi berwarna hitam.
Pramono menyatakan telah menerima laporan lengkap dan sedang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menelusuri pemilik kendaraan tersebut. Ia menegaskan bahwa area CFD seharusnya steril dari kendaraan pribadi, kecuali bus Transjakarta.
“Saya sampaikan terkait kendaraan pribadi yang melintas di car free day yang sebenarnya tidak boleh terjadi,” ujar Pramono, Selasa (25/8).
Berdasarkan kronologi kejadian, petugas sebenarnya telah menutup akses masuk menggunakan barrier. Namun, pengemudi rombongan tersebut nekat membuka paksa pembatas jalan meskipun lokasi tersebut dijaga oleh personel Satpol PP dan kepolisian.
“Sebelumnya, kendaraan tersebut ketika dia akan masuk, sebenarnya sudah ditutup, dan mereka yang membuka barrier. Padahal barrier itu juga dijaga oleh Satpol PP, ada juga dari kepolisian,” jelasnya.
Petugas Dishub di lapangan sempat menghalau rombongan yang terdiri dari lima kendaraan tersebut. Salah satu mobil dilaporkan menggunakan lampu strobo. Rombongan akhirnya diarahkan keluar dari kawasan steril melalui area SCBD.
Saat ini, Pemprov DKI masih mendalami identitas kendaraan dan orang-orang di dalamnya. Pramono memberikan sinyal bahwa beberapa kendaraan menggunakan pelat nomor khusus.
“Nanti pada saatnya nama-nama itu akan kami dalami, karena kami belum mendapatkan nama-nama yang fix, karena nomornya itu kan pakai ZZ ya beberapa,” pungkas Pramono. (Z-10)













































