Presiden Prabowo Subianto.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Langkah strategis ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air yang ditargetkan rampung pada 2029.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa peluncuran ini bertujuan mempercepat pembangunan energi surya guna memperkuat ketahanan energi nasional.
"Presiden Prabowo Subianto akan melakukan Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil," ujar Prasetyo dalam keterangannya.
Pemerintah telah menyusun peta jalan pembangunan secara bertahap. Pada 2026, target kapasitas terpasang dipatok sebesar 30 GWp, yang dibarengi dengan penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Secara keseluruhan, tahap pertama akan mencakup 17 GWp, disusul tahap kedua 18 GWp, dan tahap ketiga sebesar 30 GWp.
Percepatan ini menjadi krusial mengingat potensi energi surya Indonesia mencapai 3.294 GWp, namun kapasitas terpasang hingga April 2026 baru menyentuh 1,5 GWp. Selain mengejar target kapasitas, program ini diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun serta menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Proyek ini juga dirancang sebagai motor penggerak ekonomi baru. Pemerintah menargetkan masuknya investasi pada sektor baterai, transmisi, dan jaringan listrik, serta penguatan industri solar PV dalam negeri. Berdasarkan RUPTL 2025-2034, transformasi energi ini diharapkan menciptakan 1,7 juta lapangan kerja, dengan 760 ribu di antaranya merupakan green jobs.
Di tingkat daerah, upaya elektrifikasi berbasis energi terbarukan terus digenjot. Pada 2026, pembangunan berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu wilayah 3T untuk 4.259 rumah tangga. Program Listrik Desa juga telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi, mempertegas komitmen pemerintah dalam memperluas akses listrik bersih bagi masyarakat tidak mampu.
Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp akan dilakukan secara terukur.
"Ini adalah prioritas nasional untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia," pungkasnya. (Z-10)













































