Rangkaian kereta LRT Jakarta berhenti di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta, Kamis (13/8/2026).(Antara)
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dipastikan akan langsung beroperasi secara penuh setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Agustus 2026 mendatang. Layanan transportasi massal ini akan mengikuti pola operasi standar di Jakarta, yakni mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis maupun operasional telah rampung dilakukan. Dengan demikian, masyarakat dapat langsung memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal segera setelah seremoni peresmian selesai.
“Begitu nanti diresmikan oleh Bapak Presiden, maka akan beroperasi penuh. Jadwalnya sama dengan jadwal KRL, dari jam 05.00 pagi sampai dengan jam 24.00,” ujar Pramono pada Selasa (25/8).
Kehadiran LRT rute Kelapa Gading-Manggarai diharapkan menjadi solusi tambahan bagi mobilitas warga Jakarta, khususnya bagi mereka yang sering beraktivitas di kawasan Kelapa Gading, Rawamangun, Cikini, hingga pusat transit Manggarai.
Pramono meyakini bahwa jalur ini akan efektif mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Hal ini dikarenakan rute tersebut membelah kawasan strategis dengan intensitas aktivitas tinggi, mulai dari pusat perkantoran, area komersial, hingga zona pendidikan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan angka keterangkutan (okupansi) yang cukup tinggi untuk rute ini. Berdasarkan hasil studi dan perbandingan dengan performa LRT Jabodebek, jumlah pengguna diproyeksikan mencapai 60.000 hingga 80.000 penumpang per hari.
Dampak Perbaikan Transportasi Publik
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa peningkatan konektivitas transportasi publik di Jakarta telah memberikan dampak nyata pada perubahan perilaku masyarakat. Ia mencatat adanya tren positif dalam peralihan moda transportasi.
Data menunjukkan, sejak konektivitas antar moda diperbaiki dan diterapkannya kebijakan wajib transportasi umum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu, terjadi peningkatan pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke transportasi umum sebesar lebih dari 15 persen.
“Dengan semakin baiknya konektivitas, orang yang dulu menggunakan kendaraan pribadi bersedia menggunakan transportasi umum karena kemudahan itu,” pungkasnya. (Far/I-1)













































