IM Satria Duta Cahaya (kanan) melawan IM Khuong Duy Dau dari Vietnam.(Dok Percasi)
Dua pecatur muda Indonesia harus bekerja keras karena belum meraih hasil maksimal dalam duel internasional pada hari kedua Japfa Chess Festival 2026 di Gedung Serbaguna GBK, Jakarta, Rabu (2/9). IM Satria Duta Cahaya dan WIM Laysa Latifah sama-sama baru mengoleksi poin 0,5 setelah menjalani dua babak.
Duta yang berhadapan dengan IM Khuong Duy Dau dari Vietnam harus mengakui keunggulan lawannya pada babak kedua. Setelah bermain remis pada babak pertama, Duta mengalami kekalahan pada babak kedua. Menggunakan pembukaan Italia, Duta mampu menjaga permainan namun perlawanan pecatur Indonesia itu berakhir pada langkah ke-43.
Hasil tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Duta karena Khuong Duy Dau memiliki rating FIDE 2.509 yang lebih tinggi dibandingkan rating Duta yang berada di angka 2.412.
Duta menilai peluang sebenarnya masih terbuka pada dua pertandingan awal. Dia bahkan merasa posisi yang dimainkan pada babak kedua tidak semestinya berakhir dengan kekalahan.
"Babak pertama sebenarnya saya punya kans untuk mencari kemenangan, tetapi akhirnya remis. Di babak kedua, posisi saya seharusnya tidak kalah. Namun, karena mengalami krisis waktu dan beberapa hal lainnya, permainan saya terus menurun sampai akhirnya kalah," kata Duta.
Dia juga mengakui masih perlu melakukan evaluasi terhadap permainannya. Menurut Duta, gaya bermain Khuong tidak jauh berbeda dengan karakter permainannya sendiri.
Duta bertekad memperbaiki permainan pada babak-babak berikutnya. Dia ingin bermain lebih agresif untuk membuka peluang meraih kemenangan, meski hasil remis tetap menjadi pilihan jika kemenangan belum dapat diraih.
"Gayanya juga mirip dengan permainan saya. Dia juga memiliki rating di atas saya. Jadi, saya akan mencoba introspeksi," ujarnya.
"Persiapannya mungkin akan lebih menyerang untuk mencoba mencari poin berikutnya. Kalau tidak bisa menang, minimal besok bisa meraih remis," kata Duta.
Hasil serupa juga dialami Laysa Latifah dalam duel melawan WGM Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan. Laysa mengawali pertandingan dengan hasil remis pada babak pertama tetapi kemudian kalah pada babak kedua. Dengan hasil tersebut, Laysa juga baru mengumpulkan poin setengah dari dua babak.
Di atas kertas, Laysa menghadapi lawan yang memiliki rating lebih tinggi yakni Balabayeva dengan rating 2.384 sedangkan Laysa memiliki rating 2.213. Kondisi itu membuat pecatur Indonesia harus bekerja lebih keras pada babak selanjutnya untuk mengejar ketertinggalan dari lawan masing-masing.
Sementara itu, persaingan kategori Open masih terbuka setelah menyelesaikan babak ketiga. Sebanyak 11 pecatur masih mencatatkan hasil sempurna yaitu 3 poin.
NM Marwanto berada di posisi teratas klasemen sementara disusul IM Anjas Novita, IM Gilbert Elroy, Nathanael Simanihuruk, FM Fabian Glen Mariano, IM Arif Abdul Hafiz, IM Nayaka Budhidharma, IM Azarya Jodi Setyaki, FM Muhammad Kamalsyah, NM Ahmad Fauzi, dan WIM Shafira Devi Herfesa.
Persaingan dipastikan semakin ketat pada babak berikutnya karena para pecatur dengan catatan sempurna mulai berhadapan satu sama lain untuk mempertahankan posisi teratas.


















































