Indonesia dan Tailan Miliki Peran Penting di ASEAN

6 hours ago 5
Indonesia dan Tailan Miliki Peran Penting di ASEAN Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PERDANA Menteri (PM) Kerajaan Tailan Anutin Charnvirakul menilai Indonesia dan Tailan memiliki peran penting sebagai kekuatan utama di ASEAN. Karena itu, kedua negara perlu terus memperkuat kerja sama bilateral untuk menjaga stabilitas, memperluas kolaborasi, dan mendorong kemajuan kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan Anutin dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).

"Sebagai dua negara yang merupakan pilar utama ASEAN, kita harus bekerja lebih erat untuk memperluas kerja sama bilateral dan mendorong kawasan kita maju," ujar Anutin.

Anutin menyebut kunjungannya ke Indonesia merupakan kelanjutan dari kunjungan Presiden Prabowo ke Tailan pada tahun sebelumnya yang menghasilkan kesepakatan peningkatan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis.

Menurutnya, pelaksanaan Konsultasi Pemimpin Indonesia-Tailan yang kedua menjadi momentum penting untuk meninjau perkembangan kerja sama sekaligus mempercepat berbagai agenda yang masih berjalan.

"Saya yakin peta jalan kemitraan strategis yang akan kita adopsi setelah pertemuan ini akan menjadi kerangka panduan untuk mengubah visi kita menjadi aksi konkret," ungkapnya.

Di sektor politik dan keamanan, Anutin menekankan pentingnya menjaga komunikasi antarpemimpin melalui peningkatan frekuensi kunjungan tingkat tinggi. Ia juga mendorong pertemuan kedua negara dilakukan secara rutin di sela-sela agenda regional maupun internasional.

Selain itu, PM Anutin mengusulkan agar Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Komisi Bersama tingkat menteri luar negeri. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai kesepakatan bilateral dapat ditindaklanjuti secara nyata.

Kerja sama pertahanan juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Tailan berharap hubungan pertahanan kedua negara terus berkembang melalui latihan bersama, pertukaran informasi, kerja sama keamanan maritim, serta penguatan industri pertahanan.

Anutin menyampaikan kesiapan Tailan untuk memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda bagi Korps Marinir Indonesia. Ia juga mengundang perwakilan Indonesia untuk menghadiri pameran pertahanan dan keamanan di Tailan yang akan digelar pada November 2027.

Dalam aspek keamanan, Anutin mengajak Indonesia memperdalam kerja sama menghadapi berbagai kejahatan lintas negara, seperti penipuan daring, perdagangan manusia, dan peredaran narkotika. Ia menyebut Tailan sebelumnya telah membantu proses pemulangan lebih dari 1.000 warga Indonesia yang menjadi korban pusat penipuan daring di kawasan perbatasan.

"Tailan dan Indonesia harus mendorong kerja sama regional yang lebih kuat dalam ASEAN untuk menangani penipuan daring," ucap Anutin.

Sementara di sektor ekonomi, Anutin menyampaikan bahwa nilai perdagangan Indonesia dan Tailan saat ini berada di kisaran US$20 miliar. Namun, ia menilai potensi perdagangan dan investasi kedua negara masih dapat dikembangkan lebih besar mengingat kapasitas ekonomi yang dimiliki masing-masing negara.

Untuk itu, Tailan mendorong pembentukan Komite Perdagangan Bersama Indonesia-Tailan sebagai wadah memperluas kerja sama perdagangan, meningkatkan investasi, serta menyelesaikan berbagai hambatan ekonomi bilateral.

Anutin juga menawarkan penguatan kolaborasi di bidang ketahanan pangan. Kerja sama yang didorong mencakup penyediaan beras berkualitas, peningkatan perdagangan produk pertanian dan peternakan, hingga peningkatan impor pupuk urea dari Indonesia yang ditargetkan naik dari sekitar 60 ribu ton menjadi 100 ribu ton per tahun.

Selain pangan, kedua negara juga diarahkan mempercepat kerja sama sektor perikanan dan industri halal untuk membangun rantai nilai yang lebih kuat di tingkat regional.

Dalam bidang investasi, PM Anutin mengungkapkan kepercayaan pelaku usaha Tailan terhadap Indonesia terus meningkat. Ia juga menyoroti investasi Lion Air di Tailan sebagai salah satu contoh keberhasilan kerja sama ekonomi kedua negara.

Menurutnya, Indonesia dan Tailan memiliki peluang besar membangun rantai nilai bersama dengan mengoptimalkan kekuatan pasar gabungan kedua negara yang mencapai lebih dari 350 juta penduduk.

Di sektor energi, Anutin mengusulkan agar Forum Energi Tailan-Indonesia kembali diaktifkan setelah terakhir berlangsung pada 2014. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperluas kerja sama energi, mulai dari gas alam, batu bara, hingga pengembangan sumber energi masa depan. (Mir/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |